MEMBANGUN DIRI PENGAYOM IV Wilayah Jawa Timur

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta : 05 September 2018. Membangun Sumber Daya Manusia di berbagai Insitusi atau Organisasi Pemerintahan dan Masyarakat memang menjadi kewajiban serta kaharusan. Salah satu contoh kegiatan Organisasi kemasyarakatan RASI sebagai Organisasi Perkumpulan Masyarakat Sepiritual Indonesia melakukan kegiatan dalam tema Membangun Diri.

Tema Membangun Diri sangat dipentingkan dalam era sekarang. Era kebebasan dalam berpendapat diera saat sangatlah menghawatirkan dalam kesenjangan sosial. Apa yang telah dilakukan dalam kegiatan Pertemuan para Pengayom V wilayah Jawa Timur sangat perlu untuk dicontoh oleh Organisasi atau Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya.

Indonesia adalah Negara yang aneka ragam suku. Kebhinekaan yang berasal dari bermacam kultur adat istiadat sangat diperlukan membudidayakan Sumber Daya Manusia nya agar perbedaan suku serta Ras dapat menjadi perbedaan kebhinekaan yang harmonis. Khusus untuk para Pengayom V wilayah Jawa Timur yang sedang melaksanakan Pertemuan dalam tema Membangun Diri haus bisa menyatukan visi-visi yang yang berbeda kultur adat istiadat.

Membangun Diri sangatlah diperlukan dalam era sekarang. Pengaruh pergaulan bebas dari aspek manapun yang saat ini betul betul memprihatikan. Pengaruh pergaulan bebas yang saat ini terjadi perlu disikapi oleh para Pengayom RASI yang beberapa hari yang lalu telah dilantik dan dikukuhkan dalam posisi posisi disetiap wilayahnya. Membangun Diri para Pengayom saat ini sangat dibutuhkan oleh para Pengayom itu sendiri. Membangun Sumber Daya para Pengayom didalam membangun diri sebagai mana yang diinginkan oleh Rasi sebagai Perkumpulan Masyarakat Sepiritual Indonesia adalah suatu kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap Pengayom itu sendiri. Apalagi Jawa Timur Tempat sejarah terjadinya kesalahpahaman antar masyarakat dan salah satu Anggota Yaskum yang saat itu masih berdiri bukan satu Yaskum Indonesia, namun masih bernama wilayah masing-masing. Saat itu tentu menjadi pembelajaran bagi para punggawa di RASI saat ini agar kesalahpahaman yang terjadi saat itu tidak perlu terjadi diera RASI saat ini. “Korlip Nasional Ahmad, S. SH”.