Relawan JPKP Keluhkan Pelayanan RSMY.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bengkulu : Tim relawan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Bengkulu mengaku kecewa lantaran salah satu pasien yang mereka dampingi saat itu terkesan diabaikan oleh pihak Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu. Hal ini diungkapkan oleh salah tim relawan JPKP Bengkulu, Juan, melalui pesan tertulis whataap (wa) kapada media ini. Rabu lalu (29/18).

“Yang saya tidak mengerti, apakah karena pasien tersebut merupakan pasien BPJS PBI,” ungkap Juan melalui pesan tertulisnya. Rabu (29/18).

Juan menceritakan, kronologi berawal saat itu ia bersama rekannya mengantarkan salah satu pasien BPJS PBI ke RSMY Bengkulu. Diketahui pasien tersebut mengalami kecelakaan atau terpeleset dikamar mandi, akibat dari kejadian itu menyebabkan kaki dibagian sebelah kanannya bengkak lantaran pada saat terjatuh terbentur dan masuk kedalam bak air.

Menyikapi hal tersebut akhirnya tim relawan JPKP Bengkulu memutuskan untuk membawanya ke RSMY Bengkulu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sesampai di RSMY, pasien pun ditangani dan menjalani serangkaian pemeriksaan labor dan ronsen. Usai melakukan pemeriksaan tersebut, kemudian pihak rumah sakit menyatakan bahwa pasien tersebut sudah bisa dibawa pulang.

“Nah kami pikir dengan keadaan pasien seperti itu, justru untuk dirawat. Tapi ternyata doktor menganjurkan pulang dan berobat jalan,” ujarnya.

Lantaran kondisi pasien saat itu tidak bisa dibawa pulang dalam kondisi duduk, akhirnya Juan meminta bantuan agar difasilitasi sebuah mobil ambulance RSMY, namun sayangnya, pihak RSMY justru terkesan mengabaikan permintaan tersebut.

Meskipun sedikit kecewa, Juan pun memutuskan untuk mencari bantuan mobil ambulance luar dari RSMY dan Juan pun berhasil mendapatkannya.

“Lama banget respon dari petugasnya, alasan sibuk. Tapi setelah kami dapat ambulance dari luar RSMY, barulah petugasnya bilang, ada bu ambulance, silahkan kebelakang katanya. Lantas saya bilang, sudah tidak perlu lagi,” pungkasnya. (Indra)