Oknum Petugas SPBU Sampang Sudah Menyalahi Aturan Pemerintah

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu sarana penunjang serta penting bagi pertumbuhan pembangunan negara, karena itu BBM dikatagorikan atau termasuk sebagai kebutuhan pokok (primer), baik di Negara Indonesia maupun Dunia, lebih khususnya masyarakat Kabupaten Sampang.

Adapun wilayah kota Sampang sendiri hanya mempunyai 2 SPBU saja yaitu di SPBU di jalan Jaksa Agung Suprapto dan SPBU jalan Raya Taddan, sedangkan dari beberapa bahan bakar kendaraan yang dikeluarkan oleh Pertamina, dan yang mash bersubsidi dari Pemerintah hanya Bahan Bakar Bensin sehingga harga bensin yang paling murah dan merupakan barang cukup langka dari pada bahan bakar kendaraan lainnya.

Berbicara tentang Bahan Bakar Bensin, tepatnya pada hari Minggu (18/08/2018) di saat salah seorang Wartawan (jurnalis) Warta Hukum biro Sampang akan mengisi kendaraan roda duanya dengan bensin di SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto, waktu itu sekitar Jam 06.30 Wib, terpantau ada salah satu Petugas yang nakal sedang mengisi Jirigennya Pengepul dan yang lebih miris lagi adalah Petugas SPBU tersebut tidak mengindahkan dan lebih mendahulukan atau mementingkan para pengepul itu sendiri dari pada pengguna kendaraan lainnya sehingga menyebabkan kendaraan menjadi antrian panjang dan pada saat itu juga para konsumen atau pengguna kendaraan yang mau mengisi bensin merasa kecewa sekali terhadap petugas tersebut.

“Memang ulah nakal petugas SPBU ini sering dilakukannya, bahkan hampir setiap hari, apalagi kalau distribusi bensin datang dari Pertamina, para petugas tersebut seakan-akan bancakan karena mereka lebih mementingkan atau mendahulukan pengepul itu sendiri dari pada kami”, Ujar Moh. Romli.

Kemudian Mroh. Romli menambahkan, “Bahkan pernah suatu saat para pengepul banyak berdatangan sambil membawa jirigen, dan dengan santainya tanpa menggubis pengguna kendaraan lainnya petugas tersebut mengisi jirigen yang dibawa pengepul, akibatnya terjadi antrian panjang, dan setelah para pengepul sudah tidak ada lagi, di saat giliran kami beserta pengendara lainnya menunggu lama untuk pengisian bensin, petugas tersebut mengatakan kalau bensinnya sudah habis, padahal para pengepul ataupun membeli bensin sudah dilarang keras oleh Pemerintah”Kata Moh. Romli.

Oleh sebab itu, kami selaku Media Masa (Wartawan) dan juga atas nama masyarakat umum sebagai warga Indonesia serta mempunyai Hak yang sama, sehingga kami menghimbau dan mengingatkan, khususnya kepada Pemerintah Daerah Sampang sekaligus pihak-pihak terkait agar memberikan tindakan serta sangsi tegas terhadap oknum Petugas nakal maupun pemilik SPBU yang telah melanggar aturan Pemerintah dengan tujuan agar memberikan efek jera kepada mereka. # (Is-one)#