KETUM APKLI : GANTI SOPIR INDONESIA 2019 UNTUK SELAMATKAN INDONESIA

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jatim : Pidato Kebangsan Rr. Ali Mahsun : Ganti Sopir Indonesia 2019-2024 atau Jadi kekuatan Rakyat Kecil Untuk Selamatkan Indonesia

Ass. Wr. Wb.,
Selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua, rahayu, rahayu, rahayu.

Yang saya banggakan :
• Senior saya, pejuang aktifis yang selalu mendampingi rakyat, yang selalu berada untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara kita, Ketua Dewan Pelindung APKLI, BAPAK DR RIZAL RAMLI.

• Ayunda kita, yang tidak kenal resiko, punya nyali yang sangat kuat, selalu berada dilingkaran perjuangan untuk siapa saja yang terpinggirkan dan tertindas, bahkan beberapa waktu yang lalu di Danau Toba Sumatra Utara dengan rasa kemanusiaan beliau membela jenanaza-jenazah saudara kita, yang saya muliakan Ayunda RATNA SARUMPAET.

• Ketua Ada Nasional, Raja Maluku, PROF. DR. E. IRWANNUR LATUBUAL, PHD.

• Pemangku adat dan budaya majapahit/Perahu Kanjeng Mojokerto Jawa Timur, GUS IMM.

• Saudara-suadara Jajaran DPP APKLI, Ketua DPW APKLI Propinsi dan Ketua DPD APKLI Kab. / Kota beserta jajaran se Indonesia, Pelaku Ekonomi Rakyat Kecil (PKL, Petani, Nelayan, Buruh, Ojek, Sopir, Abang Becak. Seniman, Pengrajin, Pemulung, Pengemis dan Pelaku Ekonomi Rakyat Kecil lainnya), mahasiswa, pemuda, rakyat dan bangsa Indonesia diseluruh tanah air yang saya banggakan, hadirin para udangan yang mulia.

Marilah kita selalu mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt., di malam yang berbahagia ini ditempat Bumi Perkemahan–BUPERTA Cibubur Jakarta, Sabtu, 4 Agustus 2018 keluarga besar APKLI, para aktifis, tokoh nasional, PKL, pelaku rakyat kecil, mahasiswa dan pemuda diseluruh Indonesia masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk bersilaturahim dengan satu maksud dan tujuan, ingin mewujudkan seluruh rakyat kecil Indonesia, segenap rakyat dan bangsa ini keluar dari ketertindasan dan penjajahan, baik yang dilakukan oleh para pecundang anak bangsa kita sendiri mau pun yang dilakukan oleh bangsa asing di negeri tercinta kita Indonesia.

Saudara-saudara, hadirin sekalian yang saya hormati,  Mengapa hari ini, pada malam ini kita lakukan RENUNGAN MALAM SUCI? Dari hati dan lubuk yang paling dalam segenap jajaran APKLI, segenap mahasiswa dan pemuda, dan pelaku ekonomi rakyat kecil se Indonesia, malam hari ini bermunajad dan berharap kepada Tuhan Yang Maha Jaiz, Allah Swt, untuk selekas-lekasnya memberikan anugerah, memberikan hidayah khususnya kepada seluruh pemangku Republik dari Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota hingga Kepala Desa dan Lurah segera taubatan nasuhah, segera menyadari apa yang dilakukan hari ini masih jauh dari harapan, masih menindas dan menjajah Rakyat dan bangsanya di negerinya sendiri. Oleh karena itu, pada malam hari ini kita lakukan RENUNGAN MALAM SUCI, tigabelas (13) hari menjelang Kemerdekan RI yang ke-73 dengan harapan Allah Swt. Tuhan Yang Maha Jaiz menganuegrahkan hidayah kepada seluruh rakyat, bangsa dan seluruh pemimpin kita kembali ke fitrah, kembali ke hati nuraninya, semua apa yang dimiliki dikorbankan hanya demi rakyat, bangsa dan negaranya, bukan seperti fakta hari ini yang sangat paradoksal, menindas dan menjajah rakyat dan bangsanya sendiri, serta terus menerus berbulan madu dengan kekuatan bangsa asing sebagaimana tadi juga disampaikan oleh DR. Rizal Ramli dan Mbak Ratna Sarumpaet.

Yang Kedua, pada malam hari ini pula kita lakukan API UNGGUN NUSANTARA yang merupakan sebuah simbol kebersamaan, simbol persatuan dan kesatuan bangsa kita. Melalui API UNGGUN NUSANTARA pada malam hari ini kita sampaikan kepada seluruh pemangku Republik, kepada segenap Negara dan bangsa asing bahwa rakyat kecil kita, pelaku ekonomi rakyat kecil Indonesia, PKL, petani, nelayan, buruh, ojek, sopir, satpam, seniman, pemulung, pengemis, pengrajin, dan pelaku ekonomi rakyat kecil yang lain, serta mahasiswa dan pemuda Indonesia masih bersatu, masih bersama, solid, dan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk menyelamatkan merah putih dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Saudara-saudara, dan hadirin sekalian yang saya hormati.

Pada malam hari pula kita sampaikan peringatan, kita sampaikan warning melalui API UNGGUN NUSANTARA. Yang pertama, kepada segenap pemangku republik untuk segera menghentikan segala bentuk kebijakan yang merugikan rakyat, segala bentuk kebijakan yang menindas dan menjajah rakyat dan bangsanya sendiri, serta segala kebijakan yang memberikan karpet merah kepada kongsi multinasional kapitalis bangsa asing. Kita juga ingin memperingatkan bahwa republik ini merdeka, republik ini berdaulat bukan hadiah dan bukan belas kasihan bangsa asing atau bangsa penjajah. Kita semua harus selalu ingat, harus selalu menyelami bahwa Indonesia merdeka dan berdaulat atas rahmat Allah Swt, atas cucuran darah dan puluhan juta nyawa nenek moyang leluhur nusantara, nenek moyang bangsa kita melalui sebuah penderitan dan pengorbanan yang sangat panjang dan mendalam selama 350 tahun. Oleh karena itu, selaku KETUA UMUM APKLI dan Deklarator Poros Rakyat Kecil Indonesia, saya memberikan sebuah peringatan kepada seluruh pemangku republik dari presiden hingga Kepala Desa/Lurah bersegeralah menyudahi berbulan madu dengan bangsa asing. Silahakan bangsa asing hadir namun harus ketuk pintu, sampaikan salam, sampaikan maksud dan tujuannya. Kalau maksud dan tujuannya baik kita terima sebagai tamu yang mulia, kita jadikan sebagai mitra membangun Indonesia secara utuh dan menyeluruh. Namun saudara-saudara, kalau asing seenaknya sendiri, menindas dan menajajah Indonesia, maka PKL, dan seluruh pelaku ekonomi rakyat kecil, mahasiswa dan pemuda diseluruh tanah air akan melawan dan mengusir bangsa asing apapun resikonya, apapun yang terjadi bahkan nyawa kita semua harus kita pertaruhkan untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dan negara kita.

Saudara-saudara, hadirin sekalian yang saya hormati.

Indonesia hari ini berada dalam jurang kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin menganga, dan ketidakadilan yang semakin mendalam. Satu (1) % penduduk kita menguasai lebih dari 50 % aset ekonomi dan kekayaan alam Indonesia. Sepuluh (10) % penduduk kita menguasai 77 % aset ekonomi dan kekayaan Republik Indonesia. Sebuah fakta kesenjangan dan ketidakadiln yang sangat memiluhkan. Kemiskinan ada dimana-mana, daya beli rakyat terus menurun ditengah harga pangan dan energi yang terus melambung. Omset PKL dan para pedagang kecil kita anjlok, penghasilan petani, nelayan dan para pelaku ekonomi rakyat kecil ambruk ditengah ekonomi Indonesia yang semakin melamban bahkan terancam kebangkrutan. Kalau kondisi ini kita biarkan, siapa pun tidak akan mampu mencegah kalau sudah terjadi kemiskinan dan kelaparan secara masif dan menyeluruh maka revolusi Indonesia akan terjadi di republik tercinta Indonesia, yang sangat membahayakan bagi eksistensi dan keutuhan NKRI. Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh pemangku republik khususnya kepada Presiden Joko Widodo, gubernur, bupati dan walikota se Indonesia segeralah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, segeralah berpihak kepada rakyat dan bangsa kita, dan segera hentikan bulan madu dengan kongsi multinasional kapitalis bangsa asing.

Saudara-saudara, hadirin sekalian yang saya hormati.

Hari ini kita hadapi sebuah momentun yang sangat strategis suksesi Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 – 20224. Secara pribadi, selaku Ketua Umum APKLI mau pun selaku Deklarator Poros Rakyat Kecil Indonesia, sampai hari saya belum mendapatkan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden sebagaimana hari ini menjadi isu sehari-hari seakan Pilpres RI 2019 hanya menjadi ajang mengumbar ambisi ingin berkuasa 2019–2024. Kalau saja Rizal Ramli mendapatkan perahu partai politik sebagai Capres mau pun Cawapres RI, saya akan Pimpin Relawan Rakyat Kecil Indonesia untuk mengantarkan Rizal Ramli jadi Presdien atau Wakil Presiden RI 2019 – 2024 karena Indonesia harus ganti sopir lima tahun mendatang. Namun saudara-saudara, kalau sampai sampai tanggal 10 Agustus 2018 mendatang tidak ada Capres dan Wapres RI yang bisa mengembalikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, besar, kaya raya dan strategis, maka sudah saya putuskan, kita akan menjadi kekuatan rakyat kecil Indonesia untuk menyelamatkan Merah Putih dan NKRI. Itulah makna renungan malam suci api unggun nusantara, kita rebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa kita, kita rebut kembali kedaulatan bangsa dan negara kita dari cengkraman bangsa asing mau pun akibat ulah para pecundan dan pelacur anak bangsa sendiri.

Akhirnya, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada panitia, kepada kawan-kawan DPP APKLI, DPW APKLI Propinsi dan DPD APKLI se tanah air, kepada bang Rizal Ramli, Mbak Ratna Sarumpaet, Raja Maluku / Ketua Adat nasional, Prof. DR. Irwannur Latubual, Gus Imm Pemangku Adat dan Budaya Majapahit, dan segenap pelaku ekonomi rakyat kecil, mahasiswa dan pemuda Indoensia khususnya kepada Ketua Umum Pemuda Bumi putra Nusanatar, sdr Zainudin Arsyad. InsyaAllah do’a rakyat kecil, do’a orang yang teraniaya dan tertindas akan dijabah oleh kejaizan Allah Azza Wajalla, amin Yra.

Akhirnya, Kurang lebihnya saya mohon maaf, selamat malam salam sejahtera bagi kita semua, rahayu, rahayu, rahayu. Wasalamu’alaikum wr. Wb.

* Disampaikan oleh :

Dr. Ali Mahsun, M. Biomed.
Ketua Umum DPP APKLI, Presiden Rakyat Kecil Indonesia.

* Pada Renungan Malam Suci Api Unggun Nusantara Bersama APKLI, Pelaku Ekonomi Rakyat Kecil, Mahasiswa dan Pemuda Indoensia Untuk Kemerdekan RI Ke-73 Di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, Sabtu Malam, 4 Agustus 2018 yang dihadiri DR Rizal Ramli, Ratna Sarumpaet, Raja Maluku / Ketua Adat Nasional, PROF. DR. E. IRWANNUR LATUBUAL, PHD., Pemangku Adat dan Budaya Majapahit, Gus Imm, DPW APKLI Propinsi dan DPD APKLI Kabupaten / Kota se Indonesia, Pelaku Ekonomi Rakyat Kecil (PKL, Petani, Nelayan, Buruh, Ojek, Sopir, Abang Becak, Pemulung, Pengemis, Satpam, Seniman, pengrajin), dan Yatim Piatu penerima Dompet PKL Indonesia, Siswa SD, SMP, dan SMA Penerima Beasiswa Anak PKL Indonesia, serta mahasiswa, pemuda se Jabodetabek, serta pada kesempatan yang sama disampaikan kenangan Lukisan Daur Ulang Kain Bekas Kepada DR Rizal Ramli dan dr Ali Mahsun, M. Biomed.

* Disadur dari Rekaman Vidio Pidato Kebangsaan Ketua Umum DPP APKLI, dr. Ali Mahsun, M. Biomed pada Agenda Renungan Malam Suci Api Unggun Nusantara Sabtu Malam 4 Agustus 2018 di Buperta Cibubur Jakarta.