Kantor Kepala Dinas Kesehatan Gresik Di Sidak Oleh Kejaksaan Terkait Dugaan Potong Dana Jaspel BPJS Kesehatan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Gresik : Atas dasar dugaan pemotongan dana Jasa Pelayanan (Jaspel) oleh Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik mendatangi dan menggeledah Kantor Kepala Dinkes Gresik Moh. Nurul Dholam. Senin (06/08/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Pandoe Pramoekartika mengatakan penggeledahan dilakukan karena adanya laporan dari Masyarakat terkait pemotongan Dana Jaspel.

“Dari hasil temuan kami, pemotongan dana tersebut sebesar 10 persen dari dana yang di kucurkan oleh BPJS ke setiap Puskesmas,” ungkapnya.

Pandoe juga menjelaskan, pengeledahan ini hasil dari lanjutan pemeriksaan sampling terhadap 8 Puskesmas di Gresik dari 32 Puskesmas yang ada. Dan dari pemeriksaan tersebut diketemukan pemotongan sekitar Rp. 500 Juta selama periode Tahun 2016-2017.

“Dari hasil temuan itu lalu kita kembangkan. Dan tadi kami lakukan penggeledahan dikantor Kepala Dinkes Gresik, Rumah dinas, Sekretaris, Bendahara, Kasubag Renglam dan Kabid,” ujarnya.

Penggeledahan yang dipimpin oleh Penyidik Kasi Pidsus Kajari Gresik Andri dwi subianto dan di kawal oleh Tim Black Phanter Polres Gresik ini, telah menemukan dan mengamankan beberapa barang bukti dan saksi. Adapun barang bukti yang kami sita yakni Perangkat komputer, laptop, handphone, dokumen-dokumen penting serta buku tabungan. Serta saksi yang kami bawah untuk dimintai keterangan yakni Sekretaris, Kasubag Renglam dan Kabid Dinkes Gresik.

“Kasus pemotongan Dana BPJS ini kan masih berjalan, untuk detailnya belum bisa kami jelaskan, masih menunggu proses selanjutnya. Dari temuan kerugian Negara sebesar 500 Juta, kemungkinan nanti bisa bertambah,” tambah Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika.

Perlu diketahui, Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 Tahun 2016, Dana Jaspel adalah dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan bagi peserta JKN, yang besarannya tidak diperbolehkan untuk di potong. Sedang, sumber dana kapitasi sendiri berasal dari hasil pengelolaan dan pengembangan dana iuran peserta JKN oleh BPJS Kesehatan. “Syahril”