PEMKAB MALANG TURUNKAN ANGGARAN PEMBANGUNAN PASAR SUMEDANG

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang Raya : Proses pembangunan Pasar Sumedang, Kepanjen, telah memasuki tahap IV tahun ini. Anggaran yang berasal dari keuangan daerah pun terus ditingkatkan untuk penyelesaian pasar yang nantinya menjadi semi-modern itu.

Agenda tahun ini, Pemerintah Kabupaten Malang menggelontor penyelesaian pembangunan Pasar Sumedang dengan anggaran Rp. 23 Miliar. Tetapi anggaran tersebut akhirnya terpaksa diturunkan karena berbagai alasan dan teknis pembangunan.

Anggaran untuk pembangunan Pasar Sumedang diturunkan menjadi Rp 10 miliar untuk tahun ini. Dan itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Dr Wahyu Hidayat. Penurunan anggaran yang telah kami kaji dan bicarakan untuk pembangunan Pasar Sumedang, kata Wahyu kepada Wartahukum.net, Jumat (27/7/2018).

Penurunan anggaran dari Rp 23 miliar menjadi Rp 10 miliar tetap mengedepankan kepentingan para pedagang Pasar Sumedang. Mereka bisa memfungsikan pembangunan pasar yang telah jadi, seperti tempat bongkar muat barang, lampu penerangan dan sekat kios. secara fungsional sudah bisa diselesaikan tahun ini dan dapat dipakai pedagang, ujarnya.

Disinggung adanya kekhawatiran terjadinya kembali silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) tahun ini dikarenakan adanya penurunan anggaran tersebut, Wahyu secara tegas menyampaikan bahwa pihaknya akan mengalokasikan anggaran yang tidak terpakai sebesar Rp. 13 Miliar untuk kegiatan lainnya tahun ini

Semua itu tidak akan ada silpa seperti yang dikhawatirkan. Nanti di perubahan anggaran kegiatan (PAK), anggaran tersebut bisa kami geser di kegiatan lainnya,tegas Wahyu.

Beberapa alasan teknis terjadinya penurunan anggaran tersebut dikarenakan keterbatasan waktu serta anggaran yang besar. Dari hasil komunikasi dan uji pihak konsultan, dengan anggaran tersebut, tidak akan bisa menyerapnya 100 persen.

Kalaupun dipaksakan, akan menambah beban anggaran, yaitu menambah jumlah pekerja lebih banyak. Sehingga dari sisi teknis dan anggaran akan melampaui yang telah ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Kondisi tersebut juga telah disampaikan DPKPCK Kabupaten Malang kepada DPRD. ini juga telah dikaji bersama dengan DPRD dan disepakati bahwa pembangunan tetap dilaksanakan untuk mencapai fungsional bangunan. Sehingga bisa dipakai pedagang, beber Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang terkait penempatan pedagang. Sebab, Disperindag yang berwenang dalam pengoperasionalan pasar. Kami persilakan Disperindag yang memulai pengoperasionalan Pasar Sumedang. (Kie)