EVALUASI DEWAN JURI SINGING CONTEST DANGDUT-3 2017 PIALA WALI KOTA DI PASAR PAGI KOTA TEGAL DI NILAI TIDAK FAIR.

WH KOTA TEGAL (1/11/2017). Acara kontes dangdut karaoke di iringi musik organ tunggal yg di adakan di pasar pagi kota tegal,

Dengan para dewan juri senior dari berbagai wilayah kota tegal dan sekitarnya terkesan melenceng dari ketentuan ketentuan yang tertulis dalam Pamlet pendaftaran pada saat perekrutan para peserta di awal pendaftaran.

Hal ini di ungkapkan oleh beberapa peserta kontes yang merasa kaget dengan keputusan yang di bacakan dewan juri pada saat mengumumkan peserta peserta yang maju ke 12 besar.

“Mohon Maaf Peserta yang tidak masuk ke 12 besar.
“PARA PESERTA YANG TERPILIH INI YANG USIANYA MUDA MUDA WALAUPUN ADA SALAH KARNA KECELAKAAN KITA MASIH BISA MEMAAFKAN KARNA KESALAHAN DAN KECELAKAAN ITU BEDA,KESALAHAN BERARTI MEREKA TIDAK BISA NAMUN JIKA KECELAKAAN SEBENARNYA MEREKA BISA KARNA USIA MASIH MUDA,LAYAK UNTUK KITA MAAFKAN UNTUK NAIK KE 12 BESAR MENUJU FINAL, KARNA FAKTOR USIA MUDA KEDEPANYA MASIH PANJANG,SEDANGKAN PESERTA YANG TUA SUDAH TIDAK BISA DI HARAPKAN LAGI BUAT KEDEPANYA PUNGKAS DEWAN JURI”

Pernyataan dewan juri tersebut mendapat protes dari beberapa peserta lain karna ini kurang fair jika penilaian 12 besar Menuju Final para dewan juri mempersoalkan masalah usia “walaupun suaranya bagus kalau usianya tua menurut dewan juri kurang layak untuk kedepanya”

Hal ini di ungkapkan oleh “Sulaiman sungkar” salah satu peserta dari kelurahan randu gunting kota tegal yang hari itu hadir menjadi penonton “jika faktor usia di jadikan alasan peserta lolos berarti panitia dan dewan juri sudah melakukan keputusan yang kurang tepat tak layak jika keputusan Seperti itu di utarakan di tengah perjalanan kontes”,kami para peserta mendaftar dengan membayar uang pendaftaran Rp.100.000, dan ketentuan persyaratan terlampir untuk umum tidak ada ketentuan batasan usia kenapa harus di suarakan soal usia pada saat 12 besar menuju Final seharusnya hal itu di umumkan pada saat pendaftaran jadi yg usianya di klaim tak masuk tidak merasa terbodohi,tau seperti ini mungkin para peserta warga kota tegal khususnya tidak akan susah susah mengeluarkan uang buat mendaftar,”Ini bukan soal protes karna tidak terpilih tapi jelas jelas untuk meluruskan keputusan keputusan juri yang ngawur tandas Sulaiman”

Namun protes Sulaiman pada juri yang menyampaikan putusan para juri di jawab oleh Eri Sujono (bakal calon wali kota tegal) juga selaku penasehat dan penyelenggara even tersebut,Dengan memanggil keamanan untuk membawa Sulaman ke ruang mediasi,namun dalam ruang mediasi Sulaiman menunggu pembahasan soal protesnya terkait usia tapi kenyataan di dalam ruangan itu Eri Sujono bakal Calon Wali Kota tegal bukan mengklarifikasi tapi seakan akan mengajak brantem karna masih terbawa rasa capai dan emosi,hingga akhirnya Sulaiman di ajak keluar ruangan oleh keamanan yg juga sahabat nya agar tidak terjadi keributan dan dia pun langsung meninggalkan ruangan.

Di waktu yg berbeda Eri Sujono “Bakal Calon Wali Kota Tegal menjelaskan pada awak media,bahwa acara dangdut kondusif tidak ada terjadi masalah ini hanya miss komunikasi,cuma salah juri menyebut nomer urut 86 peserta yg haruse ikut jenjang kontes hari itu dengan nilai 453 tapi juri menyebutkan nomer urut 80 dengan nilai 467 karna faktor angka 80 dan angka 86 yang hampir sama dalam cetakan yang tertulis pada nomer urut kedua peserta tersebut,untuk soal faktor usia hal itu tidak ada ini murni evaluasi juri dan keputusan juri mutlak tk bisa di ganggu gugat,
Namun pada saat di singgung soal pernyataan juri terkait usia, Egi menjawab “itu tidak benar,kesalahan kita hanya pada soal menyebut nomor 80 dan 86 saja dan itu sudah terselesaikan ungkapnya dengan nada sedikit keras.”FIRDAUS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *