GERAKAN 1.000 RELAWAN BERSIH- BERSIH SUNGAI KALI KAMONING Th. 2017

WH Sampang “Hampir setiap tahun dan bukan kabar baru lagi, karena di waktu musim penghujan Kab. Sampang merupakan salah satu langganan BANJIR, intensitas luapan banjir dalam satu Minggu, daerah sekitar wilayah Sampang kota bisa sampai 2 atau 3x terjadi bencana banjir.
Memang wilayah kota Sampang kalau di tinjau dari segi letak Geografis merupakan daerah dataran rendah (lembah) dan 0 meter dari pemukiman laut, sedangkan daerah Utara merupakan kawasan dataran tinggi atau perbukitan, jika hujan lebat akan mengakibatkan debit air cukup banyak, Maka arus air hujan akan langsung cepat mengalir turun ke sungai kali Kemuning . Dan juga penyebab faktor lainnya dikarenakan aliran sungai di Kabupaten Sampang hanya ada satu akses yaitu sungai kali Kamoning. Tiap tahunnya kali Kemuning selalu mengalami pendangkalan disertai penyempitan yang diakibatkan oleh tanah yang terbawa arus air. Dengan adanya julukan “Sampang kota banjir”.

Bupati Sampang memikirkan bagaimana cara yang paling cepat dan tepat mengatasi banjir, paling tidak mengurangi bencana banjir. Konsep dan rencana H. Fadhilah Budiono mendapat dukungan penuh dari Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar S. IK, DANDIM 0828 Sampang Letkol Inf. Indramabudi serta serta partisipasi perwakilan Muspida/Muspika dan SKPD di seluruh wilayah kerja Kabupaten Sampang. Dan yang membuat paling bangga H.Fadhilah Budiono adalah partisipasi penuh para relawan dari masyarakat Sampang, gerakan bersih-bersih Sungai Kali Kemuning dilaksanakan tadi pagi Selasa (31/10/2017) di mulai pukul 06. 30 wib, adapun di tunjuk sebagai KORLAP dari kegiatan tersebut ialah Kepala Dinas BNPB yaitu Anang Djoenaidi.

Bupati Sampang dalam pidatonya mengatakan “merasa bangga atas terlaksananya acara kegiatan bersih-bersih Sungai Kali Kemuning, Beliau juga menghimbau untuk lebih proaktif dalam kesadaran masyarakat Sampang terutama di bantaran aliran sungai kali Kemuning. Bapak Fadilah merasa bersyukur nanti di tahun 2018 akan diberi anggaran dana khusus penanganan banjir oleh pusat sebesar 1, 2 Trilyun, Adapun rencana anggaran tahap pertama akan dibangun rumah pompa yang letaknya depan SMPN 6, Tepatnya di Jalan Imam Bonjol Sampang Sedangkan untuk tahap selanjutnya akan diadakan pengerukan sungai maka dimohon kepada muspika terkait setelah selesainya proyek harus membuat Perda larangan buang sampah di sungai maupun got dan apabila melanggar akan dikenakan denda. Dengan adanya pengumuman tentang larangan buang sampah tersebut maksud dan tujuannya agar supaya masyarakat sadar akan pentingnya Sungai.” Jelas beliau.

Kepala Dinas BNPB ( Anang Djoenaidi ) selaku KORLAP mengatakan “Gerakan Bersih-bersih Sungai Kali Kamoning Th. 2017 di ikuti sekitar 1.000 relawan dan participan, sekitar 400 relawan dan 600 dari SKPD, KODIM dan Polres, pembagia dalam empat kelompok masing-masing kelompok melakukan pengerjaan sepanjang 100 meter dan yang terpenting di daerah padat penduduk bantaran sungai, Kelompok 1 sekitar jembatan pasar pao, Kelompok 2 sekitar jembatan Glugur, Kelompok 3 sekitar jembatan Tajung, dan yang terakhir Kelompok 4 sekitar jembatan Tanglok. Adapun tujuan menurut beliau yaitu untuk kembali normalisasinya kali Kemuning dan pengurangan bencana banjir untuk pengerjaan selanjutnya akan dilaksanakan secara kedinasan yaitu pihak SKPD terkait diantaranya dinas Lingkungan Hidup, dinas pekerjaan umum dan tata ruang kotaserta pengairan, sedangkan BNPB sendiri akan mengerjakan pekerjaan non fisik nya” ujar Anang.

Dengan adanya kegiatan ini masyarakat Sampang terutama yang ada di daerah bantaran sungai kali Kemuning merasa puas dan bangga, Selain itu masyarakat mengharap agar supaya kegiatan tersebut tidak di lakukan cukup hari ini saja tetapi warga mengharap kegiatan bersih-bersih Sungai Kali Kemuning dilakukan setiap bulan. Kegiatan Gerakan Bersih-bersih Sungai Kali Kemuning Th. 2017 yang di pimpin Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono berlangsung kurang lebih selama 3 jam, berakhir sekitar pukul 10.00 Wib. (Is – One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *