Salim Somamiharja Korwilcamdik Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Gelar Kegiatan Rapat Rotin

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Kab.  Karawang : Korwilcamdik Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Salim Somamiharja, Gelar Rapat Rutin yang diikuti seluruh kepala sekolah SDN se-Kecamatan Pedes, bertempat di SDN Dongkal II kegiatan tersebut dengan mematuhi protocol kesehatan Covid-19 Rabu (7/4/2021)

Hadir dalam Kegiata Rapat Rutin diantaranya Ketua PGRI H.Asep Supriatna, Pengawas Bina Otoy Hartoyo, Ketua K3S Madhuri, Ketua Kwaran Hendi Korwilcamdik Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Salim Somamiharja, Mengucapkjan Puji Syukur kita panjatkan kehadirot Allah SWT. Azza Wajalla Yang telah memberikan berbagai ni’mat dan kasih sayangnya kepada kita, memberikan panjang umur serta keberkahannya,

Solawat dan salam tetap tercurah atas jungjunan alam Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarga dan sahabatnya, sampai kepada kita selaku umatnya, di masa pandi Covid-19 ini semoga kita semua ada dalam lindungan Allah SWT, Amin Ya Robal Alamin,

Kami ucapkan terima kasih kepada Ketua PGRI Kecamatan Pedes, Pengawas, Ketua K3S Ketua Kwaran, dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Pedes, terutama kepada Kepala Sekolah Dongkal II yang sudah memberikan ijin tempat acara kegiatan ini,

Adapun hal-hal yang dibahas dalam rapat ini yaitu mengenai yang berkaitan dengan kualitas moto pendidikan yang berkaitan dengan tugas pokok kepala sekolah dan Guru sebagai manajerial maupun supervisi akademik itu, berkaitan dengan tugas kepala sekolah dan dewan Guru di tengah pandemi Covid-19,” terangnya.

Rapat ini bertujuan agar Pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana yang sudah diputuskan dalam rapat ini. Harapannya agar kegiatan yang direncanakan berjalan dengan lancar,” harapnya.

Dia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Kecamatan Teluk Pakedai.
“Kami juga mengimbau untuk kepala sekolah dan dewan Guru supaya apa yang kami sampaikan itu supaya di tindak lanjuti di sekolahnya masing-masing baik yang berkaitan dengan kewajiban dia untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, dikarenakan
Karawang saat ini masuk Zona Merah, sesuai aturan Pemerintah tidak diperkenankan untuk melakukan belajar tatap muka, pembelajaran hanya jarak jauh (PJJ) secara daring maupun Lurring,.” tegasnya.”
Dalam wawancara, dia juga menyampaikan, dengan kondisi masa Pademi Covid-19 ini, praktik belajar dari rumah secara dring maupun Lurring menemui banyak tantangan dan keterbatasan sarana seperti tidak semua siswa memiliki ponsel pintar, sulitnya sinyal internet dan keterbatasan kapasitas orangtua mendampingi anak belajar.
“Keterbatasan terutama dirasakan bagi kami di daerah terpencil sehingga kami disini rata-rata bukan daring jenis belajar mengajar kami tapi lurring istilahnya orang tua dan siswa datang mengumpulkan tugas dan mengambil tugas yang baru. Kemudian keaktifan guru dan kepala sekolah, kalau masalah keaktifan saya rasa kalau kita tinjau dari rapat kepala sekolah, tentunya yang dipertanyakan adalah keaktifan gurunya saja. tapi saya tidak (seperti itu juga), karena keaktifan kepala sekolahnya juga perlu kita tonjolkan. Kenapa? karena saya rasa dalam suasana di masa pandemic Covid-19
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang Asep Junaedi menjelaskan, menurut Wabup Karawang H. Aep Syaepuloh belajar tatap muka Insaallah segera dibuka di Karawang. Namun hanya sekolah yang wilayahnya masuk zona aman yang boleh belajar tatap muka.

Dari hasil pemetaan Pemkab Karawang, hanya 60 persen sekolah yang bisa belajar tatap muka sedangkan lainnya masih menunggu penurunan penyebaran Covid-19.
“Kita masih mengkaji kapan tepatnya belajar tatap muka dilakukan.menurutnya belajar tatap muka paling lambat Juni tahun ini bisa dilaksanakan.”ungkapnya Korwilcamdik”

Sementara” Ketua PGRI H.Asep Supriatna menyampaikan hanya sekolah yang berada di zona hijau yang boleh belajar tatap muka. Ini untuk memastikan Belajar tatap muka aman dari bahaya Covid-19, sebelumnya para Kepala Sekola harus menyiapkan sesuatunya protocol kesehatan di lingkungan sekolah”kata H.Asep”

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan peta zona risiko Covid-19 terbaru di Jawa Barat (Jabar), Rabu (24/3/2021). Kabupaten Karawang menjadi satu-satunya wilayah berstatus zona merah. Dipantau di situs Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat atau Pikobar, terdapat 21 kabupaten/kota yang masuk zona oranye atau zona risiko sedang. Sementara zona kuning ada 5 wilayah.Jelasnya”

Artinya pihak sekolah agar menyiapkan segala sesuatunya seperti protokol kesehatan di sekolah, jadi yang paling utama itu kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan masyarakat, jika memang tidak memungkinkan tetap kita tempuh pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring maupun Lurring,Pungkasnya ( Rahmat )