DI DUGA OKNUM MENGAKU WARTAWAN BACK UP PENGECORAN BBM BERSUBSIDI DI BANGKAYANGAN.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Kalimantan : Dugaan pengecoran BBM bersubsidi yang di lakukan oleh pom bensin yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat kelurahan Bumi Mas kecamatan Bengkayang kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan, merasa di ancam oleh oknum yang mengaku wartawan yang menjadi back pom bensin tersebut, hal ini di di sampaikannya ke wartahukum.net melalui via seluler.Rabu (7/4/2021).

Di beberkan M. Aripin, pada hari senin 4 April 2021 dirinya melakukan pemotretan pengecoran BBM bersubsidi yang berlokasi di kelurahan Bumi Mas, sebagai puldata Namaun merasa terancam dirinya meninggalkan lokasi setelah mengambil gambar, namun setelah berita di tayangkan dirinya di telpon seorang oknum yang mengaku wartawan.

” Saya di telpon dan di kata – Katai yang saya duga sangat melecehkan propesi wartawan ” ungkapnya.

Inilah publikasi yang di tayangkan oleh M. Aripin, Penimbun BBM Bersubsidi Mengaku Sebagai Wartawan, Mengancam dan Melecehkan Profesi Wartawan diKabupaten Bengkayang

Beritatrends-Bengkayang-, Berita Viral Hari ini, Penimbun BBM Bersubsidi di Kabupaten Bengkayang dan mengaku sebagai wartawan Mengancam dan Melecehkan profesi wartawan, dalam hal ini kami dari insan media merasa tidak terima dengan adanya ucapan-ucapan yang bernada kasar dengan mengatakan bahwa semua wartawan di kabupaten bengkayang adalah wartawan uang dan wartawan amplop.

“Selanjutnya,Sdr.Gultom pengepul minyak bersubsidi juga mengaku bahwa dirinya seorang wartawan di bengkayang dan mengancam akan mengerahkan semua pengantri akan menyerang wartawan,berbicara masalah wartawan saya juga wartawan saya juga tau bisik-bisik wartawan itu dikasih uang selesai tidak ada lagi perkara,dan rata-rata wartawan di bengkayang semua wartawan tai,semua wartawan kontet dan wartawan uang,Itulah kebodohan kalian sekolah alang-alang”, Ucap Pengepul minyak bersubsidi.

Kalau saya jadi DPR dan kalau saya jadi Tentara dan Polisi tidak mungkin akan saya akan ngantri jangan hanya mikir diri sendiri,saya ngantri ini untuk dapat sehari makan sehari,ini harus kita ketemu kalau tidak ketemu payah”, Ucap Gultom pengepul Minyak Bersubsidi

Menanggapi adanya pernyataan Sdr Gultom pengepul BBM bersubsidi ketua KWRI(Komite Wartawan Republik Indonesia)Kalimantan Barat,”yang jelas dalam kontek ini kita melihat juga wartawan betul atau tidak justru kalau dia wartawan betul dia bisa menunjukkan identitasnya tentunya organisasi wartawannya kalau memiliki berarti dia wartawan Bodrex dan kalau dia merasa wartawan benar dia harus menjunjung tinggi undang- undang yang sudah ada,tapi bukan berarti dia harus mengintervensi dan justru kalau kita melihat dari kontek undang-undang itu sudah jelas bahwa kalau kita bicara masalah aturan Migas yang tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2001.jadi dengan itu kalau dia mengintervensi wartawan artinya disitu dia bukan wartawan dan dia juga penghianat undang-undang dan musuh negara.

“Selanjutnya,Katua KWRI Kalimangan Barat menegaskan jadi dalam hal ini aturan undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 barang siapa melawan hukum dan menghalang-halangi wartawan dalam menjalan kan jurnalistik nya penjara 2 Tahun di denda 500.000.000.00 juta”,Tutup Ketua KWRI Kalbar.Ij/tim

Dia berharap, “ada tindak tegas dari kementrian migas dan aparat penegak hukum atas kejadian ini, sehingga tidak adalagi intimidasi terhadap awak media yang sedang menjalankan tugas sesuai undang – undang pers No.40. tahun 1999”. Pungkasnya.( Maung Andalas ).

Tinggalkan Balasan