BERMODUSKAN BUAT VIDEO, SETELAHNYA DIAJAK NGAMAR, SEORANG PEMUDA DICIDUK

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banjarnegara : Sabtu (17-10-2020) Satreskrim Polres Banjarnegara mengamankan seorang pemuda VIY (24), tersangka dugaan persetubuhan terhadap RA, dua (2) tahun lalu. Pada saat kejadian tersangka berumur 22 tahun, dan korban RA 17 tahun, yang pada saat kejadian korban masih berusia 15 tahun. Tersangka diamankan dirumahnya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi, SIK mengungkapkan bahwa kejadian persetubuhan bermula pada Sabtu, (20/10/2018) sekira pukul 15.00 Wib, tersangka VIY (24) bersama dua temannya mengajak korban RA (17) yang pada saat kejadian berusia 15 tahun untuk membuat konten video di Komplek Balai Budaya Banjarnegara.

Setelah selesai membuat konten, korban lalu diajak tersangka bersama kedua temannya menuju Dermaga Waduk Mrican Bawang untuk membuat video lagi. Namun sesampainya di dermaga malah tidak jadi membuat video tetapi hanya berputar-putar.

Selanjutnya pukul 20.00 Wib dua orang teman tersangka pulang dan korban mengajak pulang juga. Akan tetapi tersangka malah mengajak korban makan malam di Alun-alun Banjarnegara.

Kemudian korban diajak ke salah satu penginapan dengan alasan akan menemui teman dan mengantar kamera. Korban saat itu hanya menunggu di parkiran, setelah tersangka kembali ke parkiran, ia mengajak korban ikut masuk ke dalam kamar Wisma dengan alasan akan bertemu dengan temannya.

Disaat didalam kamar itulah kemudian tersangka menyetubuhi korban dengan membujuk rayu serta melakukan ancaman terhadap korban. Hari berikutnya Minggu (21/10/2018) tersangka melakukan lagi terhadap korban,

“Dua tahun kemudian pada tanggal 11 September 2020 korban melaporkan tersangka ke Polres Banjarnegara,” ungkap Kasat Reskrim.

Iptu Donna Briadi, SIK, pada Jumat 16 Oktober 2020, sekira pukul 00.10 WIB, Unit IV PPA Polres Banjarnegara melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kemudian kami mengamankan tersangka dan barang bukti ke Polres Banjarnegara, untuk proses penyidikan lebih lanjut”ujarnya.

Terhadap tindakan tersebut, kata Iptu Donna Briadi, tersangka patut diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) dan atau Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo Undang-Undang No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintan Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016.

“Yang bersangkutan diancam pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp. 5 miliar,” katanya.

Dalam kesempatan itu Kasatreskrim mengimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya. Memperhatikan lingkukan pergaulan dan mengawasi anak untuk mengantisipasi tindak kejahatan.

Sementara itu Ketua Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara Harmono, SH, MM, CLA mengapresiasikan tindakan preventif dan upaya perlindungan kekerasan terhadap anak serta menghimbau kepada orangtua yang mempunyai anak selalu tetap mengawasi dan lebih dekat terhadap anak sehingga kejadian yang membahayakan atau kekerasan terhadap anak dari teman -temanya mudah dicegah.

“Saya mengapresiasikan kecepatan Polres dalam menangani permasalahan kekerasan dan perlindungan terhadap anak dan menghimbau kepada orangtua untuk tetap berhati-hati dan selalu dekat dengan anak sehingga anak selalu menginformasikan dan terbuka dalam pergaulannya,” pungkas Ketua Komnas Anak Banjarnegara yang juga Pengacara ini. (Styw)

Tinggalkan Balasan