Kabaharkam Polri Dansatgas, Konfrensi Pers Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019

WH Sum-Sel Palembang : Kebakaran Hutan dan Lahan bukan hal yang umum akan tetapi menjadi menjadi fenomena tahunan, hal ini tentu menjadi perhatian serius dari pemerintah beserta steakholder yang ada.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 163/KPTS/BPBD-SS/2019, Tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan, hal ini dilakukan karena dianggap perlu dalam mengatasi permasalahan tersebut saat ini, yang berdampak kepada pemanasan Global serta memberi pengaruh terhadap lingkungan sekitar terlebih-lebih negara tetangga.

Hari ini (13-08-2019) dilaksanakan Konfrensi Pers di BPPD Provinsi Sumatera Selatan di lingkungan Bandara Sultan Mahmud yang dihadiri Oleh Kabaharkam Komjen Pol Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum, Wakapolda Sum-Sel Brigjen Pol. Drs. Denni Gapriel , SH, Brigjen Drs. Daniel Pasaribu Mabes Polri, Kol. Inf. Suswantyo Mabes ABRI, Danlanud Sri Mulyono Palembang, serta Dansatgas Kol. Inf. Sony Harsono.

Dalam laporannya sebagai Dansatgas Kol.Inf. Sony Harsono Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan, bahwa luas wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari hutan serta Lahan gambut yang mengakibatkan terjadinya titik api yang agak sulit dipadamkan, akan tetapi satgas berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi Kebakaran hutan. Titik api yang ada di Sumsel ini atau hot spot sekarang ini kurang lebih 502 hektar, ini dapat terjadi di beberapa daerah yang dianggap rawan yaitu , OKI, OKU, Banyu asin, Musi Banyuasin, semua berharap ini tidak terjadi kebakaran hutan berikutnya.

Tindakan tegas telah dilakukan oleh TNI dan Polri terhadap oknum pelaku pembakaran, apakah perorangan ataupun perusahaan yang melakukan pembakaran, dan satgas pun memberikan ancaman tegas kepada oknum pembakaran “tembak di tempat bila perlu, tegas beliau”.

Peralatan yang disediakan dari BPPD Provinsi Sumatera Selatan dalam mengatasi Kebakaran, berdasarkan Penjelasan Bpk. Anshori Kabid Penanganan Darurat BPBD , meliputi 6 Helikopter water booming, 1 Helikopter Patroli, dan 1 Pesawat cesna untuk Patroli dalam memantau titik api atau hot spot dilapangan, walaupun sebenarnya ini masih dirasakan kurang, akan tetapi ini sudah cukup untuk mengatasi Kebakaran Hutan Dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan.

Penjelasan juga diberikan oleh Kabaharkam Komjen Pol Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum, bahwa beliau Selaku Kabaharkam melakukan supervisi pengawasan terhadap permasalahan yang terjadi dilapangan akan Kebakaran Hutan, beliau menyarankan kepada seluruh petugas, TNI, Polri dan Pemerintah serta masyarakat berperan serta aktif dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan menindak tegas terhadap Pelaku pembakaran dan sebaliknya kita pun harus mengapresiasi bagi para petugas yang berjasa mengatasi Kebakaran Hutan itu sendiri ” ujar Kabaharkam Komjen Pol Drs. Condro Kirono MM, M.Hum”. (Mingga Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *