EMPAT KORBAN HUMAN TRAFFICKING SAMPANG MADURA

Spread the love

WH Sampang : Sangat Miris Banyak dan maraknya korban perdagangan manusia di kabupaten sampang MADURA masih belum tersentuh oleh HUKUM sama sekali, setelah kami lakukan klarifikasi pada HUMAS POLRES SAMPANG “IPDA EKO PUJI WALUYO SH” 12/7/2019.

Kasus yang dilaporkan korban ADMARI tersebut masih baru Proses Penyelidikan masih dalam penguatan bukti bukti dan keterangan saksi saksi korban baru diarahkan kepenyidikan selama proses lidik tersebut belum ada saksi terlapor dan belum bisa dipulangkan secara regulasi, dikawatirkan adanya dampak kepada korban yang masih di malaysia.

Sementara Admari selaku Korban (Pelapor) warga desa tanggumung sampang madura, yang saat ini didampingi oleh kuasa hukumnya (Patar Sihotang SH.MH) setelah dimintai keterangan dengan mata berseri seri dia berharap istrinya kembali pulang karena dimalaysia masih dijadikan sapi perah oleh sipedagang manusia tersebut (PANDI) dengan meminta uang gajinya langsung pada juragannya(Majikan istrinya pandi di malaysia, red.)karena kadang istrinya menelponnya secara sembunyi sembunyi “Jelasnya”

Ditetapkannya IBU YATI sebagai tersangka itu adalah harapan saya, karena ibu yatilah orang pertama yang saya kenal ” Imbuhnya”

Dengan berdalih resmi dan seribu janji kesejahteraan karena gajinya besar dengan hanya bekerja tukang cat rumah saja, ternyata sesampainya dimalaysia(Korban) hanya bekerja diperkebunan, dengan rasa kecewa ahirnya korban memiliki inisiatif untuk kabur dan hutang kepada rekan kerjanya orang pamekasan sebesar 3 juta untuk biaya kembali ke Sampang.

Mirisnya lagi , berdasarkan keterangan dari Admari setelah sampai di kabupaten sampang korban melaporkan ke kepolisian resort sampang MADURA. Namun sejauh ini laporannya belum juga mendapatkan titik temu mulai dari bulan mei kemaren sampai saat ini, ibu yati belum dijadikan tersangka walau ujarnya pihak polres sudah memanggil semua saksi korban hidupnya dan barang bukti passport yang sudah dikantonginya.

Semakin sok dan tak berdayanya Admari(Pelapor) mengatakan seringnya mendapatkan teror via hp private number, ternyata setelah diangkat sipandi atau penjual manusia dengan enaknya mengancam istrinya akan dijual lagi dan tidak akan dipulangkan selama 8 tahun katanya, seringnya dihadang orang tidak dikenal memakai mobil avanza warna hitam bertubuh kekar mengancam jika tidak mencabut perkara ibu yati kamu akan celaka, dan anakmu akan dibikin cacat.

Lagi-lagi ancaman dirasakan ada sepeda motor menyikat Admari saat membawa penumpang sehingga terperosok jatuh sehingga mengakibatkan kerusakan pada becaknya. Ahirnyapun Bpk.Admari tidak bisa mencari nafkah untuk anak-anaknya. bahkan ada yang melempari batu di atas rumahnya yang mengakibatkan beberapa gentingnya pecah. Selang beberapa hari kemudian, ahirnya Bpk.Admari menerima laporan SP2HP dari polres sampang madura

Rasa Kwatir terhadap keselamatan Para korban, ketua umum HUMAN TRAFFICKING (HTW) PATAR SIHOTANG SH.MH yang akrab dipanggil PAK PATAR sebagai KUASA HUKUM para korban kasus Laporan korban trafficking NO: LP/B/99/V/2019/JATIM/RES SAMPANG Tanggal 8 Mei 2019 atas nama pak admari sebagai Pelapor, telah melibatkan LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK)

Dalam kutipan pesannya Bpk. Admari Berharap kepada penegak hukum terkait agar bekerja secara maksimal dan secepatnya istrinya dipulangkan. (Di2k/Z@)

adminwh