Partai Gerindra Batam Ajukan Gugatan Hasil Pemilu Ke MK

WH Batam : Partai Gerindra Kota Batam mengklaim bahwa pihaknya mengalami penyusutan suara sebanyak 300 suara yang dimiliki dari salah satu caleg dari dapil 6 meliputi Sekupang dan Belakang Padang,saat rekapitulasi suara tingkat kelurahan di GOR, Tiban III kecamatan Sekupang.

“Dimana, seharusnya jika mengacu pada salinan C1 adalah 13.687 suara, setelah mengalami penyusutan suara menjadi 13.387, artinya ada 300 suara partai yang hilang,” ucap Tomy Maahuri selaku saksi Partai Gerindra,Jumat (14/6/2019).

Bahkan, lanjut Tomy, saat rekapitulasi suara pihaknya menemukan sampul salinan C1 di TPS 8, TPS 43, TPS 47 dan TPS 51 kelurahan Patam lestari, “Sampul salinan C1 itu kita temukan di luar GOR dalam tong sampah, Sedangkan proses rekapitulasi masih berjalan di Tanjung pinggir dan tiban lama, untuk Patam lestari belum dihitung

Pada saat itu ditemukan, kata Tomy, kami sudah meminta klarifikasi kepada pihak PPK kota Batam, panwas kecamatan Sekupang dan PPK Sekupang serta disaksikan oleh pihak kepolisian. Bukti penemuan itu sudah diserahkan ke pihak panwas dan kepolisian.

“Saat ditemukan salinan C1 tersebut di tong sampah, saya dipanggil oleh penyidik Polresta Barelang sebagai saksi untuk dimintai keterangan bahwa itu adalah benar ditemukan diluar GOR dalam tong sampah,” tegasnya.

Selain itu, dalam proses rekapitulasi di kecamatan Sekupang, yang di gunakan adalah teli, bukan C1 yang dipegang oleh seluruh saksi partai dan petugas PPS masing-masing kelurahan dan petugas panwas kelurahan.

“C1 yang dipegang oleh seluruh saksi partai maupun petugas PPS ataupun petugas panwas tidak bisa digunakan menjadi data pembanding untuk Teli. Dan itu sudah menjadi rekomendasi dari Bawaslu. Dan ini disampaikan langsung oleh PPK kecamatan Sekupang,” ucap Tomy.

Ia menambahkan, Diketahui untuk kecamatan yang lain, C1 dapat digunakan sebagai data pembanding untuk Teli, lantas kenapa untuk kecamatan Sekupang C1 tidak bisa menjadi data pembanding.

“Sementara didalam teli ditemukan kesalahan-kesalahan yakni, ada penambahan suara di TPS tertentu dan kepada partai-partai tertentu,” jelasnya.

Lanjutnya, Seperti yang kita temukan, di TPS 47 kelurahan Patam lestari ada penambahan 100 suara partai PKB ditingkat kota, 100 suara partai Golkar untuk tingkat provinsi dan 100 suara partai PAN untuk tingkat RI.

Sama halnya terjadi di kelurahan-kelurahan lain dan di partai lainnya juga. Tegasnya.

Dijelaskan, Apabila sudah didapatkan jumlah perolehan suara partai dan suara caleg maka selanjutnya disesuaikan kepada data pemilih dan pengguna hak suara.

“Apabila tidak sinkron, maka yang dirubah adalah dari data pengguna hak suara dan sisa kertas suara yang tidak digunakan dan suara tidak sah itu dirubah, jadi hal ini sangat merugikan partai dan caleg,” jelas Tomy.

Tomy membeberkan, Pada Jum’at (19/4/2019) pihaknya mengecek dan melihat seluruh kotak suara setiap kelurahan berada di GOR, Kecuali untuk kelurahan tiban indah, kotak suaranya di simpan di kantor lurah.

“Kami juga menemukan, dalam proses pemasukan data IT kedalam komputer, itu semua di pegang oleh petugas PPK, dimana seharusnya dipegang oleh petugas PPS, karena ini masih berlangsung perhitungan di tingkat PPS belum di tingkat PPK dan ini adalah ranahnya PPS, namun di ambil alih oleh pihak PPK,” beber Tomy.

Selain itu, teli dari TPS 37 Patam lestari berada di luar kotak suara, Setelah itu diketahui bahwa Teli itu dipegang oleh ketua PPK Kusno. Pada saat itu juga kami juga mengajukan keberatan.

Lebih jauh, Seluruh kotak suara yang ada di GOR pihaknya melihat sudah tidak di gembok lagi, malainkan diikat dengan kabel Ties dan disegel dengan Segel KPU.

Penambahan-penambahan suara yang kita temukan bukan hanya ada pada satu kelurahan. Namun diseluruh kelurahan yang ada di kecamatan Sekupang.

Lebih kita sayangkan lagi saat proses pemilihan di kelurahan Tanjung Riau bahwa seluruh TPS yang ada di kelurahan Tanjung Riau semuanya bermasalah.

“Bahkan ada di satu TPS kelurahan Tanjung Riau dan satu TPS kelurahan tiban indah bahwa kertas suara yang digunakan bukan kertas suara untuk Dapil 6 namun kertas suara dari Dapil lain,” ucap Tomy.

Tomy berharap, Bawaslu dapat membuktikan kebenaran atas temuan-temuan oleh pihaknya.

“Kalau memang kita ingin membuktikan kebenaran ini, mari Bawaslu dan KPU Batam bersama-sama kita buka kotak suara itu kembali untuk membuktikan kebenaran ini,” tegas Tomy.

Tomy mengakui, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu, bahkan ke Panwas Kelurahan dan Panwas kecamatan juga di sampaikan dengan mengisi form keberatan pada Mei lalu.

“Seluruh alat bukti sudah kita serahkan kepada Bawaslu kota Batam dan sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Batam Mangihut Rajagukguk membenarkan pihaknya telah menerima laporan itu. Pihaknya saat ini, sedang mempersiapkan jawaban. Sebab, persoalannya sudah didaftarkan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

“Laporan itu benar sudah kami terima. Akan tetapi, sedang kami pelajari substansial persoalannya. Sembari kami sedang menyusun jawaban untuk dikirim tanggal 19 Juni ini ke Bawaslu Kepri dan dilanjutkan ke MK,” kata Mangihut. (FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *