Dua Tersangka Kasus Korupsi Bibit Bawang Merah, Sebelum Ditahan di Lapas Kelas 1A Kedungpane Semarang

WH Brebes : Dua pensiunan PNS Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Mardi Sutikno dan Madyo Raharjo, yang menjadi tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) bibit bawang merah ditahan di rutan Lapas Kelas 1A Kedungpane Kota Semarang Semarang, Kamis 9 Mei 2019.

Penahanan dua tersangka ini menambah jumlah total empat tersangka atas kasus dugaan korupsi bibit bawang merah dengan nilai kontrak sekitar Rp. 5 Miliar lebih tersebut.

Sebelum dijebloskan di Lapas, berkas perkara kasus tipikor tersebut telah memasuki tahap dua atau serah terima tersangka dan barang bukti dari Reskrim Tipikor Polda Jateng yang telah diterima Kasi Pidsus Kejari Brebes Arie Chandra Dinata Noor di Kejati Semarang.

“Sebelum ditahan, kedua Tersangka sempat menjalani pemeriksaan. Untuk kemudian langsung dititipkan di Lapas kelas 1 A Kedungpane Semarang,” ucap Kajari Brebes Transiswara Adhi.

Ia menerangkan, dua tersangka kasus korupsi bibit bawang merah yang merugikan keuangan negara mencapai Rp. 225 Juta.

“Kasus dugaan korupsi itu terjadi pada tahun 2016 di Dinas Pertanian. Terkait pengadaan bibit bawang merah, dimana dalam pengadaan ini jumlah bibit bawang yang tersedia tidak sesuai dengan kontrak sehingga para petani bawang menerima bawang tidak sesuai jumlah yang ditentukan dalam kontrak,” jelasnya.

Tersangka Mardi Sutikno, lanjut dia, saat itu sebagai ketua PPHP dan Madyo Raharjo selaku PPKom. “Kedua tersangka disangkakan tidak melaksanakan tugas dan fungsinya yaitu melakukan pengecekan terhadap jumlah bibit bawang yang sudah disalurkan penyedia jasa,” jelasnya.

Setelah dilaksanakan proses tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti, kedua tersangka dilakukan penahanan pada Rutan Klas IA Kedungpane Kota Semarang selama 20 hari terhitung sejak Tanggal 09 Mei 2019 hingga Tanggal 28 Mei 2019 mendatang.

“Selanjutnya kita akan menyusun dakwaan untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan untuk dilakukan persidangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum Brebes melakukan penahanan kepada dua orang atas kasus dugaan korupsi bantuan bibit bawang merah.

Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian tahun anggaran 2016. Mereka yakni, Direktur CV Jasmine, Dwi Nurhadi, dan Produsen Benih (PB) Dian Riezqi, Kartoib.

Sebelumnya, Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng telah menetapkan keduanya sebagai Tersangka pada Maret 2018. Kedua tersangka diduga terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bahan atau sarana produksi pengembangan kawasan bawang merah Brebes tahun anggaran 2016, atau sebanyak 120 Ton bibit bawang merah dan 1.600 Kilogram pestisida untuk 33 kelompok tani di Brebes.

Modus operandinya yakni setelah CV Jasmine ditunjuk sebagai pemenang lelang dan pemilik PB Dian Riezqi sebagai pemasok bibit bawang dan pestisida, secara bertahap kedua terdakwa telah mengirimkan kepada 22 kelompok tani.

Kemudian sisa 11 kelompok yang terdiri dari 5 kelompok di Kecamatan Brebes dan 6 kelompok di Kecamatan Wanasari yang seharusnya menerima bibit bawang merah dan pestisida. Oleh kedua tersangka diberikan dalam bentuk uang masing-masing dengan nilai sebesar Rp. 111 Juta.

Jadi bibit bawang yang seharusnya menjadi hak dari para petani oleh para tersangka dijual ke pihak lain karena harga bibit bawang merah naik. Meskipun stok bibit bawang merah di gudang PB Dian Riezqi masih tersedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *