20 TAHUN AIR BERSIH SEHARGA 170 RIBU RUPIAH

Spread the love

WH Sampang : 13-05-2019. Tim Pemantau Keuangan Negara Sampang, Hardiknas, S.E, angkat bicara adanya pemerintah dalam giatnya melakukan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang sampai dengan saat ini masih belum diterapkan dan bahkan perangkat pendukung pembangunan daerah Bupati melalui Musrembangcam Pengarengan 2019 PDAM DAN CIPTA KARYApun belum sama sekali kami Rasakan cetusnya.

Warga Dusun Plasah Pangarengan Sampang mengeluhkan itu semua, ada titik yang sifatnya lebih membutuhkan bantuan Penanggulangan Bencanapun sampai saat ini hanya mengatakan belum waktunya kekeringan ujar staftnya biar Bapak langsung menghadap ke Kepala BPNPB SAMPANG padahal kami dan Warga Plasah sudah dapat 1 bulan sudah kehabisan air hujan untuk kami minum terpaksa beli air bersih sendiri memakai jasa penyedia air swasta yang dipatok dengan harga 170 per 5000 Liter air walau demikian Pemerintah dengan terbitnya PP (Peraturan Pemerintah) No. 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan SPAM (sistem penyediaan air minum).

Dengan dimulainya kembali pembinaan Air Minum dari yang semula berbasis “Wilayah” menjadi berbasis “Sektor” lahir kembali Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Pengembangan Air Minum keluarlah kebijakan “Penyehatan PDAM” yang dimulai dengan dilakukannya Bantek Penyehatan PDAM itu tidak berjalan sama sekali kekita masyarakat plasah pangarengan setelah kami komfirmasi kepihak PDAM Bu Yuli tidak menjawabnya akan Pemerintah Daerah tidak ada yang peduli pada kami selaku Warga Negara Indonesia ini bahkan kami banyak memilih Bupati terpilih disini H. Slamet Junaidi, ujar TIM PKN Sampang kami berharap kami yang betul-betul membutuhkan bantuan ini mengharapkan Pemerintah tidak memandang sebelah mata kebutuhan air bersih ini karena menyangkut hajat kebutuhan generasi penerus kami. (Di2k)

adminwh