Pembangunan Infrastruktur Di Desa Jatimulya Tak Teerealisasikan, Diduga Pemerintah  Desa Jatimulya Salahgunakan Dana Desa .

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tangerang : Semakin menuai polemik, dugaan penyalahgunaan Dana Desa kian disuarakan oleh warga Desa Jati Mulya Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang – Banten. 

Ibaratkan munculnya asap dari timbunan sampah yang berserakan, anggaran untuk infrastruktur pembangunan sebesar 1,1 Miliyar di tahun 2018. Namun alhasil, tidak ada titik kegiatan proyek yang terealisasi sesuai pengajuan musrenbang tingkat desa.

Sejumlah warga mengeluhkan anggaran yang diduga tidak terserap dengan baik, mereka  mempertanyakan tindak lanjut dugaan mark-up dana desa oleh pihak penegak hukum.

“Pas keputusan Musrenbangkan proyek betonisasi dilakukan di titik kampung-kampung, karena sudah pada rusak jalannya. Tapi, malah dialihkan ke permukiman warga Perumahan Duta Bandara Permai. Kita pengen ada audit untuk pihak Pemerintah Desa,” tukas salah seorang warga yang tidak mau diketahui identitasnya, Senin (1/4/2019).

Menambah tanda tanya, munculnya keterangan dari pihak Deveolper Perumahan Duta Bandara Permai, Andi selaku Manager menerangkan, bahwa proyek betonisasi jalan utama Perumahan Duta Bandara Permai beberapa waktu lalu di biayai oleh pihaknya sebesar Rp 300 Juta lebih. Dan lanjutannya diserahkan ke pihak desa untuk pekerjaannya.

“Pihak saya yang jelas ada kontribusi sebesar Rp. 300 Juta untuk melakukan pengerjaan proyek. Lebih lengkapnya silahkan tanya ke desa (lurah),” kata Andi saat ditemui di Kantor Pemasaran Duta Bandara Permai Desa Jati Mulya Kosambi, Senin (1/4/2019).

Lanjut Andi, dirinya menuturkan, bahwa jalan yang ada di sekitaran Perumahan Duta Bandara Permai masih milik pihaknya. Namun, saat ini pengakuan Andi proses pelimpahan fasos fasum masih dilakukan.

“Jalan sekitar perumahan masih dalam penguasaan Developer. Untuk hibah menghibah setau saya sudah di hibahkan sama kita di depan sekolah SMP Negeri, karena itu jadi kewenangan Pemda,” pungkasnya. (Martin/Tim).