Lagi-Lagi Gus Edy Banyuwangi Devisit Anggaran Tahun 2018

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banywangi : Karena cintanya Gus Edy akan Banyuwangi yang bersih dari kebijakan yang merugikan masyarakat. Banyak komentar yang di luntarkan melalui media dan dunia maya. Selain komentar Gus Edy mengadukan pemerintah kab Banyuwangi kepihak berwajib dan melaporkan secara resmi. Kali ini Gus Edi berkomentar terkait Kab. Banyuwangi tahun 2018 terjadi devisit lagi.

Di tahun 2016 dan Tahun 2017 Kab. Banyuwangi mangalami devisit atau kurang dana. Tahun 2018 Kab. Banyuwangi mengalami devisit lagi. Kab. Banyuwangi terjadi devisit terus menerus. “Apa yang dilakukan Pemerintah Kab. Banyuwangi divisit terus menerus.” Kata Gus Edi, Senin (1/04/2019).

Gus Edi melanjutkan, Dengan terjadinya divisit terus menerus, saya juga pertanyakan kinerja anggota dewan yang terhormat selama ini. Mereka di pilih rakyat untuk mengawal aspirasi masyarakat Banyuwangi dan juga memantau kinerja Pemerintah Kab. Banyuwangi.

Kalau salah perencanaannya ya harus di tegur bukan malah di diamkan. dan jangan sampai menjadi bagian dari yang salah perencanaan. Dalam LKPJ dewan yang terhomat malah membaikan kinerja Pemerintah.

Apakah dewan tahu permasalahan ini, atau hanya menikmati perjalanan dinas saja yang tidak jelas hasilnya dari perjalanan dinas itu apa. ” saya berpesan kepada masyarakat Banyuwangi. Ayo kita tanyakan. Dewan tahu atau tidak tahu Banyuwangi terjadi divisit lagi”. Jangan2 dewannya tidak tahu Banyuwangi Devisit lagi.

Dalam hearing di Gedung Dewan, Kepala BPKAD di saksikan beberapa Dewan dan LSM dan juga kepala Bappeda menjawab di tahun 2018 Banyuwangi tidak akan divisit. Tahkan kepala BPKAD menyampaikan di tahun 2017 terjadi Surplus 370 Milyar. dan tidak Devisit. Tekait pernyataan kepala BPKAD Gus Edy mempertanyakan kalau Surplus uangnya kemana di makan siapa kok malah pinjam ke bank jatim aneh kan ini yang harus di pertanyakan sama dewan yang terhormat sebagai wakil rakyat.

Selain itu juga badan perencanan daerah juga di pertanyakan. “katanya kab Banyuwangi perencanaan terbaik se-Indonesia . Apakah hanya mengelabui pemerintah pusat dan masyarakat, melaporkan dengan baik2 kepada pemerintah pusat mengalahkan kabupaten2 lain untuk supaya dapat hadiah Dana Isentif Daerah (DID) kinerja pemerintah baik”. Masyarakat jangan dibodohi dan di buat senang dengan banyaknya event yang di selenggarakan Pemda kab Banyuwangi yang hanya untuk pencitraan bupati dan bemborosan anggaran. sedangkan dewan sendiri tidak berdaya untuk mencegah pemborosan anggaran. “Saya bilang ya semuanya dewan kab Banyuwangi tidak berdaya.

Dengan banyaknya event yang di untungkan golongan class menengah keatas, Mbok Nah, Mbok Tun, Mbok Jainab tidak merasakan dampak sama sekali. kasihan masyarakat kecil yang hanya di bodohin Pemerintah tambahnya.

Gus edi menambahkan, Tahun 2018 terjadi divisit, ini yang bertanggung jawab bagian perencanaan dan Anggota Dewan. Bagaimana di anggap perencanaan terbaik se-Indonesia. Faktanya Kab. Banyuwangi Devisit terus menerus. Apakah terkait kab. Banyuwangi Devisit yang berturut turut juga akan dapat penghargaan dari pemerintah pusat. Ungkapnya Masalah mendapat wajar tanpa pengecualian (WTP) terus menerus bagaimana cara penilain BPK.

Dari uji sempling BPK saja banyak temuan terjadi pelanggaran, padahal itu masih tidak semua di audit kegiatan Pemerintah Kab. Banyuwangi. Anehnya lagi-lagi Kab. Banyuwangi mendapat WTP. Apakah kabupaten lain lebih parah dan lebih banyak temuannya dari kab Banyuwangi. “ kita tunggu saja Apakah tahun 2018 kab Banyuwangi mendapat WTP lagi dari BPK”. Andai mendapat WTP lagi aneh dan wajib di pertanyakan tambahnya. “ Saya juga sudah memohon BPK mengaudit kab Banyuwangi.

Terkait nyanyian Gus Edy di konferensi melalui whatsapp(WA) kepada Sekda, kepala Bappeda, dan kepala BPKAD belum ada tanggapan. (Gufron)