BANYAK LOS DI PASAR MARGALELA DISEGEL OLEH PEMDA SAMPANG

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Sabtu,Jam 20:34 Tanggal 30-03-2019. Puthut Budi Santoso (SEKDA SAMPANG). Menghadiri acara FESTIVAL LAGU KEBANGSAAN MADURA 2019 Kunjungi PKL, LOS TERBUKA DAN KIOS yang disegel oleh PEMDA agar dipastikan dan diambil oleh PEMDA dan diundi lagi diberikan kepada orang yang benar-benar siap berdagang dan karena itu memang sudah perintah Bupati Sesuai PERBUP dan PEMDA,  tapi sayang kepala perindag tidak hadir dan tidak bisa mendampingi dan mewakilkan kepada Kabid Kasar Pak Sapta saat melakukan kroscek data yang dikasih bacaan Pertanggal 1 April 2019 Diambil alih oleh PEMDA tersebut melebihi 200 yang disegel terdiri dari PKL, LOS TERBUKA DAN KIOS di PASAR MARGALELA SAMPANG. 

Ketua Blok A, Hautil Munawwaroh yang didampingi Didik dan Qomar seta Pak Pujo (Pedagang) yang tergolong kekeanggotaan paguyuban Pasar Margalela Sampang
ikut mendampingi dan menyampaikan harapan-harapannya, inilah yang disampaikannya.

Pertama saya ucapkan terima kasih pak karena pemerintah kabupaten sampang telah memberikan fasilitas pasar kepada kami agar bisa berjualan yang layak di Sampang ini yang.

Kedua kami sangat mengharapkan Pemerintah memperhatikan betul-betul kami yang benar-benar mengharapkan penghasilan yang halal dan berkah untuk keluarga kecil kami lewat berdagang di Pasar Margalela ini.

Ketiga kami mengharapkan agar Bupati turut andil dalam pengambilan ini kalau perlu penegak hukum diturunkan dalam pengambilan tersebut karena memang setelah kami lakukan absensi sendiri ternyata banyak sekali PKL, LOS TERBUKA DAN KIOS yang memang tidak buka sama sekali dan memang ini yang menjadikan sepi Pasar Margalela berikut para Pedagang ikut berbicara setelah didatangi Bapak Sekda satu persatu.

Kata Pedagang tuntutan kami cepatlah di ambil Pak yang disegel itu karena itu memang yang menjadi kendala utama yang menjadikan Pasar ini sepi dan tidak bisa beraktifitas dan kami akan ikut berpartisipasi dalam meramaikan lewat peraturan antar sesama pedagang dan kami sumbangan sendiri untuk pembuatan segala mainan anak agar pengunjung dari luar datang untuk berkunjung dan bulan pertama kita gratiskan dahulu setelah ramai banyak pengunjung lalu bulan kedua kami tarikkan ke yang mau masuk ke areal permainan bayar 1 untuk sepuasnya untuk mengembalikan sumbangan modal dari pedagang setelah kembali semuanya kami GRATISKAN kembali itupun tergantung kondisi nantinya Pak,  ujar Pedagang.  (Red.Didik)