Tanggapan Dari Ketua Komisi1 DPRD Kabupaten sampang (Aulia Rachman) Tentang Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW)Gunung Maddah.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Sehubungan dengan di berhentinya penghitungan surat suara pemilihan kepala desa antar waktu(PAW) 2019. Gunung Maddah jelas merupakan kelalaian dan kurang hati-hatinya pihak panitia P2KD. Berdasarkan ungkpan maaf yang berulang-ulang di sampaikan oleh ketua PD2KD saat mengahadiri rapat kerja komisi1 di ruang komisi besar DPRD Kabupaten Sampang, Kamis 28/03/2019.

Dalam agenda tersebut komisi 1 DPRD kabupaten sampang menetapkan hari dan tanggal yang sebelumnya menerima surat laporan gugatan keberatan bakal calon pemilihan Kepala Desa antar waktu (PAW) pada hari Senin sebelum Pilkades Gunung Maddah berlangsung, karena padatnya agenda kerja pihak komisi 1, sehingga hari Kamis 28/03 gelar rapat kerja dapat dilaksanakan.

Hadir dalam acara tersebut dari instansi terkait baik itu dari kecamatan, Bpmd,dan panitia pelaksana (P2kd) termasuk bakal calon.

Gugatan di lontarkan dari salah satu bakal calon yang gagal sebagai pesrta(PAW) menjelaskan dari 6(enam) bakal calon kepala desa yang mendaftarkan diri sebagai kepala desa antar waktu gunung maddah hanya 3(tiga)yang lolos seleksi. Padahal dari salah satu yang lolos seleksi disamping ijazah cuma SMP, ST atau sederajat dengan SMP, disamping itu secara fisik tidak memungkinkan bila dibandingkan dengan yang S1 Ironisnya dari yang bersangkutan yang secara fisik tidak memungkinkan malah lolos, dan ahirnyapun di tetapkan menjadi peserta pemilihan kepala desa antar waktu (PAW) Gunung Maddah.

Menanggapi hal yang dimaksud ketua komisi 1 (Aulia rachman ) akan segera memanggil dalam waktu dekat, guna meminta pertanggung jawabannya dari pihak rumah sakit, dan tim penyeleksi dan intansi terkait yang sudah memberikan hasil tes yang mengakibatkan kelolosan kepada yang bersangkutan.

Menurutnya pemilihan kepala desa antar waktu (PAW) Gunung Maddah, di Dusun Gelisgis Desa Gunung Maddah kemarin merupakan kesalahan fatal pihak panitia, dan kurangnya antisipasi dari pihak ke amanan. Karena dari awalpun acara tersebut sudah cacat, baik itu dari pendaftaran bakal calon, hingga tes kesehatan, tes tulis dan sebagainya.

Sementara ketua panitia pemilihan kepala desa(P2KD) sampai saat ini belum bisa memberikan kepastian terkait penghitung ulang surat suara dan tidak menyetujui penghitungan ulang surat suara dilakukan di kecamatan pihaknya (ketua panitia) masih mau melakukan koodinasi dengan panitia yang lain terutama dengan BPD. (Z@)