“Simpatisan PDIP”Hadiri Sidang Kedua Ketua PAC PDIP di Pengadilan Negeri Banyuwangi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banyuwangi : Kasus perusakan APK yang menjerat Ketua PAC PDIP Kecamatan Siliragung, Darmawan memasuki sidang kedua. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Banyuwangi, ada beberapa simpatisan PDIP yang memberikan dukungan pada terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan beberapa saksi. Yakni Muhammad Kojin, Jumari, Tiwayah, Nursaid, dan Waris. Muhammad Kojin merupakan caleg sekaligus korban perusakan APK. Sementara keempat saksi lainnya merupakan mereka yang diduga mengetahui kasus tersebut.

Dalam persidangan, Kojin yang merupakan Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku tahu soal perusakan APK miliknya dari saksi, Tiwayah. “Kejadian dilakukan malam hari. Pelaku berdasar laporan yang saya terima dua orang,” kata Kojin di depan majelis hakim, Jumat (22/3/2019).

Kojin kemudian mengaku tidak pernah tahu mengenai ukuran dan desain APK sesuai aturan KPU. Menurutnya, semua APK miliknya dibuat sendiri. Bahkan perbedaan antara APK liar dan yang legal pun ia juga mengaku kurang paham. “setahu saya hanya ada pemasangan yang boleh dan tidak boleh,” tambahnya.

Saksi, Tiwayah mengaku tahu bahwa APK yang dirusak ada dua. Yakni milik M Kojin dan Banyu Biru Djarot. “Gambar itu memang dititipkan kepada saya. Karena yang dulu pernah dirusak, tapi saya tidak tahu,” kata Tiwayah.

Pelaku perusakan yang disebut Tiwayah adalah tetangga sekaligus pelanggan di warung kopinya, Darmawan. Peristiwa perusakan dilihat secara kasat mata. Pelaku juga pernah ditegur oleh Tiwayah namun tidak menjawab, malah berlalu pergi dari lokasi.

“APK Banyu Biru dirusak dan dijebol, lalu dibuang ke tepi pagar. Punya Pak Kojin lebih dulu, namun dalam semalam. Pelaku dua orang, Pak Dar dan kawannya yang tidak saya kenal,” tambahnya.

“Kaca rumah saya terang dan lampu penerangan di luar terang sekali sehingga terlihat jelas,” tambahnya.

Sidang akan dilanjutkan Selasa ( 26/3) mendatang. Majelis hakim akan kembali memanggil beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Sementara di luar ruangan sidang, beberapa pengurus PAC PDI Perjuangan Banyuwangi mendatangi PN Banyuwangi. Kedatangan sebagai bentuk dukungan terhadap Darmawan, yang merupakan Ketua PAC PDIP Kecamatan Siliragung.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap kasus yang menimpa salah satu keluarga kami ketua PAC Siliragung. Sangat miris apalagi yang melaporkan adalah Caleg dari PDIP sendiri,” ujar Ketua PAC Kecamatan Glagah, Eko Sukartono.

Menurut Eko, pihaknya juga mengeluarkan petisi dalam menyikapi kasus tersebut.  “Kami meminta saudara Banyu Biru Djarot agar legowo untuk mencabut laporan dugaan perusakan karena ini akan memecah soliditas partai dalam menghadapi Pileg dan Pilpres mendatang. Kita juga minta semua kader partai dan struktural berhati-hati dan waspada terhadap pecah belah Partai,” pungkasnya.(Gufron)