Orang Tua Siswa Mengeluh, SD Negeri 1 Padaringan Diduga Lakukan PUNGLI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Cismis : Sejumlah orang tua siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Padaringan kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (PUNGLI) yang dilakukan pihak sekolah dengan dalih untuk pembangunan benteng sekolah dan biaya kenaikan kelas.

Menurut beberapa orang tua siswa mengatakan, dirinya merasa keberatan dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak Sekolah melalui komite sekolah, adapun pungutan tersebut keperuntukannya adalah untuk pembangunan benteng sekolah dan biaya kenaikan kelas, “Kami selaku orang tua siswa sebenarnya merasa sangat keberatan dengan adanya pungutan tersebut walaupun pada dasarnya bisa dengan cara dicicil, namun jujur kami tidak berani protes karena kami khawatir berdampak kepada anak kami yang sedang menimba ilmu di sekolah tersebut, “Katanya.

Ditempat yang berbeda ditambahkan juga oleh orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, “Saya merasa aneh dengan peraturan pemerintah khususnya di dunia pendidikan, kalo kita lihat di berita televisi selalu digembor gemborkan bahwa sekolah dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun, termasuk uang kenaikan kelas dan uang pembangunan sekolah, tapi kenyataannya masih saja terjadi, saya selaku orang tua kadang merasa bingung, disatu sisi semua ini keputusan pihak sekolah dan komite yang diajukan kepada pihak orang tua, disisi lain jujur saya merasa keberatan dengan adanya pungutan tersebut, namun pada saat musyawarah pun saya gak berani untuk menolaknya, karena saya liat orang tua yang lainnya pada setuju, yang akhirnya dengan terpaksa saya ikut ikutan setuju juga, walaupun pada dasarnya hati kecil saya berkata lain, tapi setelah selesai musyawarah ternyata diluar banyak orang tua siswa yang ngedumel mengeluarkan unek-unek dan keluhannya atas pungutan tersebut, “Imbuhnya.

Informasi yang dilansir Warta Hukum, “Salah seorang guru membenarkan dengan adanya pungutan tersebut, adapun pungutan itu keperuntukannya adalah untuk pembangunan benteng sekolah sebesar Rp. 75.000 dan untuk biaya kenaikan kelas sebesar Rp. 60.000, namun semuanya hasil musyawarah dan kesepakatan bersama antara pihak komite sekolah dan orang tua siswa pada tanggal 19 Februari 2019, dan atas dasar kemauan orang tua siswa, “Terangnya Sabtu 09/2/2019.

Pantauan Warta Hukum dilapangan, menyimak dari banyaknya keluhan orangtua siswa yang menyatakan bahwa komite sekolah sebagai kepanjang tanganan dari kepala sekolah selaku pengutip pungutan liar terhadap siswa, maka kepada pihak pemerintah ataupun dinas terkait diharapkan untuk lebih ketat lagi dalam pengawasannya guna tidak terjadinya sebuah praktik pungli,serta dapat memindak tegas kepada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mana dapat mencoreng dunia pendidikan, karena apapun bentuknya hal tersebut sudah melanggar PERPRES (PP) 87 tahun 2016 tentang pungutan liar alias PUNGLI.

Hingga diterbitkannya berita ini Diding, S.Pd. I selaku kepala sekolah SD Negeri 1 Padaringan belum dapat ditemui, tim investigasi Warta Hukum sudah berupaya menghubungi melalui telepon selulernya namun tidak pernah diangkat. (Cfy/Nr).