Polres Pacitan Datangkan Tim Labfor Polda Jatim Untuk Menyelidiki Lebih Lanjut Atas Ambrolnya Jembatan Banjarsari ll

WH Pacitan : Kepolisian Resor Pacitan menggandeng tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk menyelidiki penyebab robohnya jembatan gantung Banjarsari II yang terletak di Dusun Karangasri, Desa Banjarsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

Pada Kamis (7/2/2019), labfor Polda Jatim dan bareskrim yang didampingi Tim Tipikor Polres Pacitan serta sejumlah petugas instansi terkait turun ke lokasi peristiwa jembatan yang roboh pada Jumat (25/1/2019) tersebut. Hingga kini, petugas dari Bareskrim juga masih melakukan proses identifikasi di lapangan.
Petugas labfor telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dengan mengidentifikasi kondisi konstruksi baja jembatan yang baru dibangun dengan panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter diatas sungai Grindulu itu.

Kepala Polres Pacitan AKBP Sugandi dalam keterangannya Kamis, mengatakan saat ini Polres Pacitan beserta Tim Labfor Polda Jatim masih mendalami penyebab robohnya jembatan”Tim labfor juga sudah melakukan olah TKP di dua jembatan yang pengerjaannya masih satu paket dengan jembatan Banjarsari, dan saat ini masih dalam taraf penyelidikan,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah memanggil beberapa saksi dan pihak kontraktor serta PPKnya untuk dimintai keterangan. “Begitu juga dengan dokumen-dokumennya masih kita pelajari lebih dalam,”tandas dia.

Sementara, Kepala Cabang Labforensik Polda Jawa Timur Kombes Pol Ir.R. Agus Budhiarta mengatakan timnya diminta Polres Pacitan untuk mengidentifikasi robohnya jembatan Banjarsari ini.“ Kedatangan kami sejak kemarin dan sudah melakukan indentifikasi semua pada rangka sampai pilar jembatan,”jelas dia.

“Saat ini kita tim labfor belum bisa memastikan dan masih mendalami apa penyebab dari robohnya jembatan tersebut. Selain itu kita tim labfor juga akan bekerja sama dengan tim labfor dari ITS nantinya,”pungkasnya.

Untuk diketahui, jembatan Banjarsari II tersebut adalah infrastuktur yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jawa Timur-Bali.

Jembatan tersebut diketahui untuk menggantikan jembatan antardesa yang hanyut diterjang banjir besar yang terjadi pada Selasa (28/11/2017) lalu. Jembatan Gantung Banjarsari II dibangun dengan panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter.
Pembangunan jembatan itu, satu paket dengan jembatan Kedungbendo Arjosari, dilakukan dalam satu paket kontrak dengan total biaya sebesar Rp6,08 miliar yang bersumber pada APBN 2018.

Masa konstruksi dimulai sejak Agustus 2018 dan selesai pada Desember 2018 lalu dengan kontraktor PT Cahaya Agung Perdana Karya. Konstruksi yang digunakan tipe rigid dan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Sebagai informasi, usai terjadi banjir pada November 2017 lalu, sebanyak 21 jembatan di Pacitan rusak, tujuh diantaranya adalah jenis jembatan gantung yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan untuk dilakukan rehabilitasi. Namun yang disetujui untuk direhabilitasi hanya enam jembatan.

Enam jembatan tersebut adalah dua jembatan di Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, jembatan Tambakrejo Kecamatan Pacitan, dua jembatan di Banjarsari Kecamatan Pacitan dan jembatan Kal‎iatas di Kecamatan Ngadirojo. Satu jembatan gantung yang tidak lolos usulan salah satunya membentang di Desa Kembang Kecamatan Pacitan. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *