Oknum Guru PNS Di SMP Negeri 3 Padaherang Diduga Poligami

WH Pangandaran : Oknum seorang guru di SMP negeri 3 Padaherang yang berstatus Pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Pangandaran provinsi Jawa Barat diduga beristri dua (Poligami) tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.

Menurut beberapa narasumber,  Oknum guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)  berinisial SH yang beralamat di Rt 05/02 dusun Paledah desa Paledah kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yang berpotensi sebagai tenaga didik (Guru BP) di SMP Negeri 3 Padaherang Kabupaten Pangandaran diduga menikah sirih dengan seorang perempuan berinisial IR seorang guru honorer di salahsatu SD Negeri di kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Pernikahan sirih SH dengan IR sudah berlangsung beberapa tahun hingga dikaruniai seorang anak laki-laki.

Masih menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan “SH adalah seorang guru PNS yang memiliki istri sah,  namun tanpa sepengetahuan istrinya SH menikah lagi secara sirih dengan IR hingga punya seorang anak laki-laki, sebelumnya SH juga pernah melakukan hal serupa,  yakni menikah secara sirih dengan seorang perempuan  berinisial SYT yang statusnya memiliki suami, dan pada saat itu suami SYT sedang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, bahkan dari hasil pernikahan SH dengan SYT pun mempunyai seorang anak,  “Saya sangat aneh dengan peraturan pemerintah yangmana banyak Peraturan maupun undang-undang namun hal tersebut dinilai mandul, karena tidak diterapkan dan dijalankan, sehingga yang bersangkutan tidak mempunyai efek jera,  bahkan merasa bebas walaupun hal tersebut adalah pelanggaran yang menyangkut tentang kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS), padahal seorang guru seharusnya memberikan contoh yang baik kepada anak didik maupun masyarakat di lingkungannya,  terlebih SH memiliki gelar seorang  Haji, “Ungkapnya kepada Warta Hukum.

Informasi yang dihimpun Warta Hukum dari beberapa guru memang sempat terdengar isu miring bahwa SH berpoligami,  namun atas benar ataupun tidaknya kurang begitu tau persis karena kami hanya sekedar teman sekantor saja,  adapun yang berkaitan dengan tentang pribadinya kami tidak tau menau, “Jelasnya.

Saat dimintai keterangan, H. Abdul Hakim, S.Pd selaku Kepala Sekolah diruang kerjanya (13/2) mengatakan,” Selama saya menjabat sebagai kepsek disini saya belum pernah mendengar hal itu,  terlebih saya disini belum lama,  jadi silahkan saja diklarifikasi terhadap yang bersangkutan,  supaya lebih jelas, “Tuturnya sambil memanggil SH.

Saat di kompirmasi Warta Hukum Rabu (13/2/2019),  SH yang didampingi kepada sekolah menjelaskan, “Dirinya membantah dan tidak membenarkan dengan adanya informasi tentang Poligami tersebut, “Terkait dengan informasi saya berpoligami semua itu tidak benar, saya tidak pernah poligami dengan yang namanya IR, karena saya tidak merasa lakukan itu, saya ingin tau darimana dan dari siapa yang menyampaikan informasi tersebut , cuma memang saya akui,  dulu saya pernah Poligami dengan yang namanya SYT hingga saya punya anak, namun semenjak pisah, dia selalu membuat dan mencari masalah,  seolah saya tidak memperhatikan dan membiayai anak saya yang dari dia, dia kan sudah punya suami lagi,  masa saya harus tanggung jawab sepenuhnya,  masa buat beli obat aja masih minta ke saya, “Jelasnya sambil tegang.

Hasil pantauan Warta Hukum di lapangan, hal tersebut masih kerap terjadi di kalangan Pegawai Negeri Sipil yang nakal dan tidak patuh terhadap peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan,  padahal Secara aturan Kepegawaian sudah jelas melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin perkawinan dan perceraian bagi PNS, untuk itu kepada pemerintah maupun dinas terkait diharapkan untuk lebih ketat lagi dalam pengawasannya dan memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku agar menjadi perhatian untuk pegawai Negeri Sipil (PNS) yang lainnya. (Chefy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *