Gara-Gara Ditato Siswa SMP Negeri 1 Banjarsari Dikeluarkan, Orang Tua Siswa Keluhkan Tindakan Sekolah

WH Ciamis : Kabar miring terdengar dari lingkungan Pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat dengan adanya seorang siswa yang merasa dikeluarkan oleh pihak sekolah lantaran ditato dan dianggap nakal.

Informasi yang kutip Warta Hukum, Apriliansyah (15 Th) anak laki-laki dari Kuat Waluyo warga Rt 08/05 dusun kedung kendal desa sindangsari kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis adalah seorang siswa kelas 8 B di SMP Negeri 1 Banjarsari, dirinya merasa secara tidak langsung dikeluarkan oleh pihak sekolah.

“Secara tidak langsung saya merasa dikeluarkan oleh pihak sekolah dengan alasan dikarenakan saya nakal dan pernah berantem disekolah,  namun semenjak saya dibuatkan perjanjian oleh pihak sekolah bahwa saya tidak akan mengulanginya lagi saya tidak pernah berantem lagi, namun dikarenakan ada yang melaporkan bahwa saya di tato dibagian punggung lalu seorang guru yang bernama Taufik datang ke rumah dan memanggil orang tua saya, pada saat orang tua saya datang ke sekolah tiba-tiba dikasih surat permohonan pindah sekolah yang sudah dibuatkan oleh sekolah,  tapi tanpa sepengetahuan dan tanpa Musyawarah terlebih dahulu dengan orang tua saya, padahal saya masih ingin sekolah seperti temen temen, “Jelas Apriliansyah kepada Warta Hukum Rabu 13/2/2019.

Dikatakan Ningsih selaku ibu dari Apriliansyah,” Kami Merasa sangat kecewa dengan tindakan sekolah yang memutuskan sepihak tanpa Musyawarah terlebih dahulu dengan kami selaku orang tuanya, kami merasa kaget dengan adanya surat permohonan pindah sekolah yang diberikan oleh pihak sekolah kepada kami, walaupun surat itu adalah surat permohonan pindah sekolah tapi kan surat tersebut dibuat oleh pihak sekolah yang mengatasnamakan kami yang memohon pindah,  sementara kami sedikitpun tidak ada niatan untuk memindahkan anak kami ke sekolah lain, menurut kami hal tersebut secara tidak langsung pihak SMP Negeri 1 Banjarsari sudah tidak berkenan dengan adanya anak kami yang ingin menimba ilmu di sekolah tersebut karena dianggap nakal, sehingga pihak sekolah menyuruh kami untuk memindahkan anak kami,  maunya kami selaku orang tua pihak sekolah memusyawarahkan dulu tentang permasalahannya, sekalipun ada tindakan ya minimal dikasih surat peringatan (SP)  atau maksimalnya di sekorsing dulu atau bagaimana yang penting supaya anak mempunyai efek jera dan jadi perhatian, saat ini kami tidak bisa berbuat apa-apa,  kami hanya bisa bingung dan bingung,  kami sudah berusaha mencari sekolah untuk bisa pindah,  namun satupun belum ada yang bisa nerima anak kami sekolah,  dengan alasan kuota penuh, sehingga anak kami sudah seminggu tidak sekolah, sementara kami sangat tidak berharap anak kami jenjang pendidikannya terputus, “Jelasnya sambil menangis.

Ditempat yang berbeda K amis 14/2/2019, Taufik, S.Pd selaku Guru BK membantah dengan adanya hal tersebut, menurut Taufik “Pada dasarnya kami selaku pihak sekolah tidak mengeluarkan ataupun memberhentikan siswa yang bernama Apriliansyah,  namun mengingat Apriliansyah tersebut dikategorikan siswa yang nakal dan telah melanggar Peraturan sekolah, yangmana disini Apriliansyah kerap terjadi keributan dan pemalakan terhadap siswa lainnya bahkan permasalahan terakhir kami mendapatkan laporan dari siswa lainnya bahwa punggung Apriliansyah ditato, berdasarkan surat perjanjian yang telah dibuat dan ditandatangani oleh orang tua dengan bermaterai cukup yang dilanggar oleh Apriliansyah maka kami lakukan tindakan dan kami sarankan kepada orang tuanya untuk pindah sekolah ke sekolah lain yang dianggap nyaman oleh Apriliansyah, hal tersebut kami lakukan dikarenakan kami kasian kepada Apriliansyah, sehingga kami khawatir dijadikan bahan cemoohan oleh teman temannya, “Terangnya. (Chefy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *