Akibat Kekesalannya Karena Ditilang, Pria Yang Viral Di Medsos Kini Masuk Bui Di Polres Tangsel

WH Tangsel : Sempat viral di media sosial seorang Pengendara Sepeda Motor yang  tidak terima ditilang oleh pihak Polisi dan akibatnya pengendara Motor tersebut  merusak kendaraannya sendiri, kini akhirnya berhasil diungkap  oleh Team Viper Polres Tangerang selatan.

Hal tersebut disampaikan  langsung oleh Kapolres tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan SIK, MSi, didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A .Alexander dan Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin  saat menjelaskan kronologis kejadian dengan menggelar press release yang bertempat  di halaman Mapolres Tangsel, Jum’at ,(08/02/2019).

Disampaikan Kapolres AKBP Ferdy Irawan, bahwa “Pelaku asal Lampung Utara berprofesi penjual kopi di Pasar Modern BSD Serpong yang melakukan perusakan kendaraannya, karena tidak terima  karena di tilang Polisi dengan TKP di Jl Letnan Sutopo (Depan pasar Modern BSD), Kamis ,(07/02/2019),”ujar Kapolres.

“Pelaku AS yang tidak dapat menunjukkan SIM, STNK, dan  plat Nopol yang tidak sesuai serta  tidak memakai helm SNI serta membiarkan penumpang yang diboncenginya tidak menggunakan helm sebagaimana mestinya.

Selain itu, tidak mematuhi perintah yang diberikan Petugas Kepolisian. Hal ini termaktub di Pasal 281 dan 288 ayat (1) dan 280 dan 291 ayat (1) dan ayat (2) dan 282 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas,”ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres menjelaskan saat itu, Petugas Sat Lantas melihat pengendara Sepeda Motor jenis Honda Scoppy warna merah putih berboncengan tanpa helm melaju dari arah Sekolah Santa Ursula BSD Serpong menuju Ciater.

“Melihat ada petugas Sat Lantas, pengendara (pelaku AS)  langsung putarbalik melawan arus lalulintas tanpa memikirkan keselamatan dirinya dan orang lain. Petugas Sat Lantas  langsung melakukan penghentian kepada pelaku  dan menanyakan kelengkapan surat kendaraan kepada pelaku, saat ditanyakan surat kelengkapan, pelaku  tidak bisa memperlihatkan surat yang dibawa  pelaku ”ungkap Kapolres.

“Pelaku yang tidak terima ditilang petugas Satlantas, melampiaskan kekesalannya dengan merusak kendaraannya sendiri. Hal ini sempat direkam dan didokumentasikan oleh petugas. Usai melakukan pengerusakan pelaku bersama rekan wanita yang diboncengnya meninggalkan petugas menuju pasar modren BSD untuk melanjutkan pekerjaan.”ungkap Kapolres.

Lanjut kapolres, pelaku berhasil ditangkap, dari tempat tinggalnya di Rt. 01/01, Rawa Mekar Jaya, Serpong. Dari hasil penyelidikan, pelaku yang  mendapatkan sepedamotornya ini  sekitar pertengahan Desember 2018 lalu ,melalui akun  jual beli di media sosial yaitu Facebook dengan sistim CoD (Cash on Delivery) sebesar Rp. 3.000.000 yang hanya dilengkapi dengan  STNK dengan Nopol B 6382 VDL.

Kapolres mengatakan bahwa, “Motor pelaku AS patut diduga hasil tindak pidana Penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh tersangka D (DPO) dengan korbannya a/n sdr Nur Ichsan yang sebelum menggadaikannya kepada tersangka D (DPO). Tanpa seijin pemiliknya, motor dijual melalui media sosial dengan Nopol B 6395 GLW yang terpasang dikendaraan didapat tersangka D dari temannya berinisial ED.

Selain itu, kepada pelaku AS dilakukan tes urine dan darah, yang mana hasilnya tidak menunjukkan indikasi pelaku dalam pengaruh obat obatan terlarang atau bahan adiktif lainnya.

“Untuk mengetahui kelengkapan  kendaraan tersebut, kita bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.”tutur Kapolres.

Barang bukti yang  berhasil diamankan yaitu, 1 Unit Sepeda Motor Honda Scoopy warna merah putih B 6395  GLW (terpasang) dan diduga palsu, Pecahan Body Kendaraan Bermotor Roda Dua, Batu yang digunakan oleh Tersangka untuk merusak Motor, Rekaman Video, Baju yang digunakan oleh Tersangka saat melakukan pengerusakan Motor. 

Atas kejadian yang dilakukan oleh pelaku berinisial inisial AS (21) tersebut , akan dijerat Pasal 263 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana dan atau Pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 480 KUHPidana dan atau Pasal 233 KUHPidana dan atau Pasal 406 KUHPidana, dengan ancaman hukuman sampai dengan 6 Tahun Penjara”. (Martin/marice) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *