Gereja Santo Laurensius Alam Sutera Menjadi Tempat Pertama Kegiatan “Deklarasi Tempat Ibadah Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Kampanye, Issue, Hoax, Sara dan Radikalisme” .

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tangsel : Dalam upaya menciptakan kerukunan umat beragama jelang pemilu 2019, Polres Tangerang Selatan bersama Dandim0506 Tangerang  dan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tangerang Selatan  gelar kegiatan  ciptakan kerukunan umat beragama jelang pemilu 2019 dengan tema “Deklarasi Penolakan Penggunaan Sarana Ibadah Untuk Kegiatan Kampanye / kegiatan politik ,isuue ,hoax ,sara dan radikalisme,”  kegiatan  deklarasi tersebut bertempat di Gereja Santo Laurensius, Kamis,  (21/02/2019) pada Pukul 10.00 Wib. 

Kegiatan deklarasi tersebut akan dilakukan di tiga  tempat ibadah  yang berada di Tangerang Selatan, kunjungan deklarasi tersebut itu diawali di Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera, Tangerang Selatan
Masjid Nur Asmaul Husna, Alam Sutera Tangerang Selatan  dan yang terakhir deklarasi  akan dilakukan di Klentheng Khonghucu, Pondok Jagung, Serpong, Tangerang Selatan.

Turut hadir dalam  Kegiatan Deklarasi,
Walikota Tangerang Selatan Ibu Airin Rachmi Diany, S.H.,M.H.,, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, S.IK.,M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan Bima Suprayoga, S.H.,M.H, Dandim 0506 Tangerang Letkol Faisol Izuddin, Ketua KPU Kota Tangerang Selatan Bambang Dwitoro, S.E, Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan Muhammad Acep, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan H. Abdul Rozak, Johanes Winata Sekertaris Dewan Paroki Gereja Santo Laurensius, Para Kepala / Ketua Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan,Tokoh Agama, Tokoh Alim Ulama yang ada di Kota Tangerang Selatan, bersama Warga Masyarakat dan umat beragama di Kota Tangerang Selatan. 

Dalam sambutannya Walikota Tangerang Selatan “khususnya Masyarakat Tangsel yang mana sebentar lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi, yang mana pada 17 April kita akan lakukan pemilu 2019 serentak , seharusnya kita tetap  menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah, walaupun banyak perbedaan tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini jangan sampai terjadi gesekan,” kata Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, yang juga hadir di deklarasi itu.

Airin juga berharap pemilu 2019 ini, agar tetap menjaga  kerukunan antar masyarakat bisa tetap terjaga dan saling menghormati, saling menghargai, dan jangan mudah percaya sama berita bohong atau hoax yang bisa bikin kita jadi terpecah belah, dan tetap lah menjaga kerukunan antara umat beragama, termasuk tempat ibadah jangan dijadikan ajang untuk kampanye politik.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak menyampaikan, memasuki tahun politik  rumah ibadah harus dijaga betul agar tidak dijadikan sarana kampanye para partai politik.“Harus betul-betul rumah ibadah tidak masuk ke ranah politik. Inilah yang harus kita jaga,tidak dijadikan sarana kampanye untuk kepentingan partai politik dan kepentingan lainnya,” ucapnya.

Rojak berharap, tahun politik khususnya di Tangsel agar  dapat berjalan dengan damai dan aman serta kondusif. Tak hanya itu, Rojak berpesan kepada para tokoh-tokoh agama agar dapat menjaga rumah ibadahnya.

“Saya harap, mudah-mudahan di Tangsel rumah ibadah tetap lah rumah ibadah yang harus kita jaga, karena rumah ibadah adalah tempat untuk kita ibadah, bukan untuk sarana kampanye dan politik, ujarnya.

Pelaksanaan  Kegiatan Deklarasi Penolakan Penggunaan Sarana Ibadah Untuk Kegiatan Kampanye / Politik Praktis  itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemangku Kebijakan dan Masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk  Bersama sama berkomitmen untuk tidak menggunakan Sarana / Tempat ibadah sebagai sarana Kampanye atau Kegiatan Politik Praktis, dan kegiatan deklarasi ini untuk Mensosialisasikan Pelaksanaan Pemilu 2019  yang Damai dan Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa diatas kepentingan Golongan atau Pribadi  dan sekaligus untuk Menyampaikan pesan agar terkait Kontestasi Politik supaya masyarakat jangan percaya berita bohong atau (Hoax).

Ditengah acara dilakukan deklarasi bersama dengan Walikota Tangsel, Kapolres Tangsel, Dandim 0506 Tgr, Ketua KPU Tangsel, Ketua Bawaslu Tangsel, Ketua MUI Tangsel, Ketua Kemeang Tangsel, Tokoh Agama, Alim Ulama, Jamaah, serta Forkopimda Tangsel yang menyelarasakan ” kami para pemuka agama dan umaroh Kota Tangerang Selatan  menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye , issue ,hoax ,sara dan radikalisme ” dan ditutup dengan foto bersama .

Dalam Kegiatan Deklarasi Penolakan Sarana Ibadah Digunakan untuk Kampanye tersebut  berlangsung Aman dan Lancar dan mendapat  sambutan hangat dari warga masyarakat dan umat beragama  yang ada di Tangerang Selatan. (Martin/Marice)