Peresmian Renovasi Gedung Baru TITD Tjong Hok Kiong Sidoarjo

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sidoarjo : Wartahukum 19/02/2019. Mengenai kawasan Pecinan Sidoarjo tentu tidak bisa terlepas dari Jalan Hang Tuah. Di wilayah tersebut, berdiri kelenteng yang cukup megah dengan luas 2.000 Meter persegi. Yaitu, Kelenteng Tjong Hok Kiong. Kelenteng itu berdiri seiring banyaknya warga etnis Tionghoa yang bermukim di wilayah ’’tengah’’ Sidoarjo. Baik di Jalan Gajah Mada maupun Hang Tuah.

Ketua Pengurus Kelenteng Tjong Hok Kiong Arief Pujianto mengatakan, kelenteng itu dibangun pada 1863 oleh warga etnis Tionghoa yang bermukim di kawasan tersebut. Awalnya kelenteng itu hanya berbentuk rumah kecil. Biasa digunakan sebagai tempat ibadah warga Tionghoa yang menganut agama Tridharma. Yakni, Buddha, Tao, dan Khonghucu.

Ribuan warga, baik pribumi maupun Tionghoa, membaur untuk menikmati perayaan tersebut di kelenteng. ’’Bisa sampai 2.000-an (orang yang datang, Red). Kami selalu membuka pintu,’’ ujarnya.
Kini bukan hanya warga Tionghoa dari Sidoarjo yang beribadat di kelenteng tersebut. Banyak juga yang berasal dari luar kota. Bahkan, bangunan kelenteng yang memiliki nilai sejarah tinggi itu menjadi salah satu alternatif destinasi wisata.

’’Kelenteng ini dibuka untuk umum. Banyak juga orang yang datang ke sini untuk melihat-lihat desain arsitektur kelenteng,’’ jelas Arief. Kelenteng Tjong Hok Kiong memang terus berkembang. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pertemuan warga. Beberapa fasilitas umum pun disediakan. Di antaranya, lapangan basket dan tempat karaoke. ’’Kami juga melatih basket. Pesertanya bukan hanya orang Tionghoa’’. Acara peresmian dihadiri oleh Bpk. Lurah Sidoklumpuk Agus dan Bupati H. Saiful ilah. (Ali Santoso)