Runtuhnya Jembatan Banjarsari ll Masih Menyisakan Misteri Yang Belum Terpecahkan

WH Pacitan : Runtuhnya Jembatan Banjarsari II yang menjadi jalur penghubung antara dua desa yaitu Desa Banjarsari dan Desa Semanten di Kecamatan Pacitan masih menjadi teka-teki hingga saat ini.

Untuk mengetahui penyebab dari robohnya Jembatan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jawa Timur-Bali, Dan satuan Kerja Balai Besar Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) VIII Surabaya meninjau langsunh jembatan tersebut.

Bersama dengan Tim dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Kementrian PUPR pusat melihat langsung ke lokasi robohnya jembatan sepanjang 120 meter yang menelan korban hingga patah kedua kakinya tersebut

“Kami masih melakukan kajian terhadap kotruksi bangunan serta matrial yang di gunakan, Saat ini kami bersama tim dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan yang nantinya akan menganalisa penyebab dari pada runtuhnya jembatan itu,” ujar Purnyoto dari P2JN VIII Surabaya saat di temui awak media di lokasi, Sabtu (26/1/2019).

Purnyoto menambahkan, Kontruksi yang digunakan adalah tipe rigid dan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, Dengan beban jembatan tersebut sekira 120 ton, Sama denhan jembatan yang berada di Desa Kedungbendo dan tidak mengalami masalah.

“Kami saat ini belum bisa memberikan keterangan pasti karena masih dianalisa atas robohnya jembatan tersebut, Masih kami lakukan kajian serta mengumpulkan keterangan dari pelaksana proyek, Nanti akan di sampaikan dari pihak yang berkompeten apa penyebabnya,”tambahnya.

Ditanya masalah tangung jawab runtuhnya jembatan Banjarsari II, Proyek yang masa konstruksi dimulai sejak Agustus 2018 dan selesai pada Desember 2018 lalu, Jadi ini masih dalam masa pemeliharaan dan masih menjadi tangung jawab kontraktor pelaksana yaitu PT Cahaya Agung Perdana Karya.

“Jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun, Dan baru akan diserah terimakan pada akhir tahun 2019 mendatang,”tandasnya.

Diketahui bahwa Jembatan Banjarsari II dikerjakan dalam satu paket dengan pembangunan jembatan yang berada di Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, Dengan total biaya sebesar Rp. 6,08 Miliar yang bersumber pada APBN 2018. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *