Pengadilan Negeri Sampang Dipenuhi Massa Unjuk Rasa Terkait Pembunuhan Bersenjata Api.

WH Sampang : (29/01/2019). Memasuki sidang pertama (dakwaan), terkait pembunuhan (penembakan) di desa sokobenah laok terhadap subaidi asal tamberuh timur, dimana pelaku penembakan tersebu dilakukan oleh Tersangka (Idris) Warga Tamberuh Barat.

Aksi solidaritas di gelar oleh simpatisan korban dan para alumni Pondok Pesantren Bata-Bata, IKABA dan IMABA di depan Kantor Pengadilan Negeri Sampang, Selasa 01/2019.

Aksi tersebut di hadiri kurang lebihnya ratusan masa baik dari keluarga korban maupun dari semua alumni Pondok Pesantren BATA-BATA yang tergabung dalam IKABA dan IMABA, dan juga hadir beberapa ulama, KH Aziz dari Sumenep, KH Mukni dari Pamekasan, dan KH Halim dari Sampang.

Dengan tujuan menuntut supaya pelaku di hukum seumur hidup sesuai dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana, “Kalau bisa di hukum mati,” disampaikan oleh alumni Bata-Bata (H. Lutfi), imbuhnya. “Saya berharap majelis hakim yang menyidang kasus tersebut memvonis seadil adilnya.

Terpantau ratusan aksi solidaritas yang digelar, tidak hanya simpatisan korban dan alumni yang dari madura, melainkan alumni dari pasuruan ikut berpartisipasi dalam pengawalan kasus terkait pembunuhan berencana terhadap saudara almarhum (Subaidi)

Terpisah Tim PKN MADURA (Hardiknas, S.E) angkat bicara terkait pembunuhan berencana tersebut dilakukan penindakan secara transparan dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tersebut, dan dikembangkan kepada penyalur atau pengadaan senjata api tersebut. Sehingga tidak menyebabkan penyalahgunaan senjata api meraja lela, sehingga menyebabkan keresahan Masyarakat umum. (Tollip S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *