OKNUM PERANGKAT DESA GELAPKAN PULUHAN SERTIFIKAT PROGRAM PTSL MILIK WARGA

WH Tegal : “Emi”, salah seorang Kadus (Kepala Dusun) Pemerintahan Desa Traju Kec. Bumijawa Kab. Tegal Jawa Tengah “Gelapkan” puluhan sertifikat hasil program PTSL milik Warga desanya tanpa sepengetahuan dari pemilik sertifikat yang syah.

Diduga Emi menggadaikan/menjaminkan puluhan sertifikat pada salah satu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wilayah Bojong dengan nominal/jumlah pinjaman yang bervariasi untuk masing-masing sertifikat. Satu sertifikat di gadaikan sebesar Rp. 3 Juta.

Modus yang dilakukan “Emi” agar puluhan sertifikat yang ia jaminkan untuk pengajuan pinjaman bisa dicairkan oleh KSP dengan mudah saat pengajuan pinjaman yaitu dengan cara memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk tiap sertifikat yang digadaikanya. Emi menggunakan KTP warga desa traju yang lain yang memiliki nama hampir sama dengan nama nama pemilik sertifikat itu. Cara lain juga dilakukan emi dalam memuluskan aksinya, seperti menyertakan surat akta kematian yang di duga palsu dari desa. Di duga ada kerjasama (persekongkolan) antara Emi dengan Oknum karyawan KSP.

Dari keterangan yang diperoleh WartaHukum saat bertandang di kantor Balai Desa Traju Kecamatan Bumijawa Kab.Tegal pada hari Rabu (23/01) dari salah satu Perangkat desa bidang Trantib Desa Traju Kecamatan Bumija Kab. Tegal di balai saat wartahukum meminta penjelasan tentang hal itu, dirinya membenarkan jika “Kadus Emi” memang telah melakukan Perbuatan itu. “Memang benar mas, dan masalah itu sudah di rembug secara kekeluargaan dengan masing-masing pemilik sertifikat, dan pihak pelaku akan bertanggung jawab mengembalikan sertifikat tersebut.”,tuturya kepada WartaHukum.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Traju saat dimintai keterangan melalui telepon seluler oleh WartaHukum Juga Membenarkan jika ada puluhan sertifikat warga yang di gelapkan oleh salah satu perangkat desanya. Kepala Desa Traju sedikit memberikan keterangan bahwa apa yang dilakukan salah satu perangkat desanya adalah murni perbuatan pribadi, saya beserta perangkat desa yang lain tidak tahu menahu jika Emi bisa nekat melakukan perbuatan tersebut.

Hingga saat ini, Kadus “Emi” tidak berangkat dinas di Kantor Balai Desa Traju, saat wartahukum bertandang kerumahnya, kadus Emi juga tidak bisa ditemui, saat WartaHukum menanyakan kepada pihak keluarga perihal keberadaan Kadus Emi sekarang, mereka hanya menjawab “kami tidak tahu”. (Iman®)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *