Menghadapi Tahun 2019 Dengan Optimis.

WH Jakarta : 23 Januari 2019. Ass….Wr. Wb. Setiap manusia hidup didunia pasti mengalamami masa pasang surut antara sulit, dan mudah, sedih gembira, tangis dan tawa, dlsb. Perjalanan kemapanan bathin yang damai dan bahagia sehingga tidak terkontaminasi oleh kedua kejadian tersebut harus bisa menemukan keyakinan diri bahwa hahekatnya dunia ini kosong yg ada hanya Allah / Tuhan, karena semua yg nampak ada di dunia ini hanya partikel atau bayangan Tuhan / Allah semata, termasuk diri kita. Untuk memperjalankan rasa menuju kekosongan itu adalah kesadaran , untuk apa Allah menciptakan diri kita ? Karena semua hanyalah bayangan Tuhan / Allah maka sudah sesuikah bayangan ini dengan aslinya ? Bukan dalam wujud tetapi dalam kehendak, tindak dan laku atau perbuatan.

Untuk kearah situlah dengan kesadaran diri kita lalu kita kendalikan diri kita dg diawali sebuah niat dan tekad menyerah, mengabdi, melayani, dan berbuat kejalan Tuhan / Allah dg niatan setiap tindakan melepaskan pengakuan diri dan mengembalikan kepada yg berhak dan yg mempunyai yaitu Allah / Tuhan, sampai kita sdh tdk merasa berbuat, memiliki dan bahkan diri ini ada. Barulah kita dikatakan menyerah atau kosong atau suwung. Berarti jalan pembebasan siksa hidup adalah kejalan Tuhan / Allah. Untuk itu hiduplah dijalan Allah / Tuhan maka Allah /Tuhan pasti akan membuka jalan hidupmu…hidup damai bersama Allah / Tuhan tanpa harus tersiksa rasa dan terombang ambing oleh situasi dan keadaan isi dunia.

Inilah orang yang sudah sampai pad akesadaran diri bahwa dirinya, sesungguhnya tidak ada yang ada hanya Tuhan / Allah dan tentu akan tahu diri kenapa dirinya hrs mengikuti kehendak Allah / Tuhan, dan berbuat, berkarya, melayani serta mengapdi pada yg asli yaitu Allah / Tuhan itu sendiri. Itulah orang yan tahu diri. Dia hanyalah sebuah bayangan yg mesti dan harus mengikuti yg aslinya atau sejatinya, yaitu Tuhan / Allah bukan semau maunya diri kita atau bayangan itu sendiri.

Jadi apapun pengakuan dan merasa berarti kita masih ada dan blm menyerah pada yang asli, atau dengan kata lain belum kosong dan suwung yang akhirnya kita hidup didunia ini masih selalu berada dlm menyiksa diri atau dlolim terhadap diri sendiri. Amin…Semoga kita semua dimampukan berjalan dijalanNya …dan perjalanan kita sampai pada tujuan Innalilahi wa’innalilahi Roji’un. Semua berasal dari Tuhan /Allah akan kembali pada Allah.. Wassalam Wr, Wb.

(Ahmad Safei, S. H).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *