Forum aksi mahasiswa (FAM) gelar Aksi Jahit Mulut Dan Mogok Makan, Mahasiswa Tuntut Bubarkan BPJS

WH KOTA TANGERANG,  Forum Aksi Mahasiswa (FAM) menggelar aksi jahit mulut dan mogok makan selama tiga hari kedepan,  dalam aksi ini FAM  menuntut dibubarkannya BPJS dan meminta kepada pemerintah untuk membuat program kesehatan yang  gratis tanpa syarat bagi masyarakat Khususnya Masyarakat kota Tangerang. Jum’at, (25/1/2019).

Aksi yang digelar di depan posko pembubaran BPJS, yang bertempat  di depan kawasan pendidikan Cikokol, Kota Tangerang. Aksi tersebut diperuntukkan untuk ajang silaturahmi juga sebagai  konsolidasi terhadap seluruh masyarakat Kota Tangerang, dalam aksi ini tergabung mulai dari mahasiswa lintas kampus, lintas organisasi, serta serikat buruh Se-Tangerang.

Dalam aksi jahit mulut dan mogok makan  tersebut  mahasiswa memberikan 3 point tuntutan yaitu ,

1. Tolak integrasi BPJS .

2. Buat program kesehatan gratis tanpa syarat untuk masyarakat kota Tangerang

3. Bentuk dewan kesehatan sebagai control antar holding di sektor kesehatan .

Dalam Aksi jahit mulut  tersebut dilakukan oleh 2 orang mahasiswa yaitu , Rosid, Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Tangerang dan Tomi Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang UMT. Mereka memberanikan diri menjahit mulut mereka sejak pukul 14 : 00 WIB, guna memperjuangkan aksi mereka.

Shandi selaku   Ketua aksi menjelaskan” dalam  aksi yang mereka (mahasiswa) lakukan ini dirinya  mengharapkan pemerintah daerah Kota Tangerang  agar dapat lebih memperhatikan nasib masyarakat khususnya masyarakat kecil yang ada di Kota Tangerang  yang sulit di bidang Kesehatan.

Yang mana dalam aksi tersebut disampaikan juga bahwa kesehatan juga menjadi suatu hal yang paling pundamental dalam kebutuhan dari setiap individu manusia untuk menjalankan hidupnya .sebagiannya yang telah diamanatkan oleh undang-undang no 36 tahun 2009 pasal 4 berbunyi ” setiap orang berhak atas kesehatan ” artinya sebagai  hak hidup yang  merupakan hak dasar yang tidak bisa diganggu gugat dalam keadaan apapun ,dan juga setiap  orang berhak hidup sejahtera.lahir dan batin , bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan yang baik ,serta mendapatkan kesehatan ” .

Lanjut ia menambahkan “Posko  ini sudah  terbentuk dan berlangsung sejak 2 Minggu yang lalu,” Kami berharap kepada  masyarakat agar memperhatiankan  kinerja pemerintah daerah dalam hal kesehatan ( BPJS) . Perlu kita ketahui bahwa APBD kota Tangerang mencapai Rp. 4,9 triliun APBD 2018 menyisakan anggaran (SILPA-red) Rp. 892 Milliar,” tegasnya

Kedepannya aksi yang kita akan  lakukan untuk  Pusat Pemerintahan Kota Tangerang akan dilakukan oleh FAM bersama serikat buruh yang ada di Kota Tangerang. Guna mengharapkan perhatian Pemerintah Kota Tangerang tentang sistem BPJS yang ada.

“Bersama serikat kerja yang ada di Kota Tangerang, Kami sepakat untuk memperjuangkan untuk masyarakat kota Tangerang , akan kita beri tahun kapan waktunya nanti dikabari,” pungkasnya

( Martin/marice)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *