Jalan Gembong Surabaya Terjdinya Percecokan Antara Satpol PP Vs PKL

WH Surabaya : Inilah kesaksian antara Satpoll PP Vs PKL, yang mana pedagang kaki  lima ini kompak untuk bersatu agar Satpol PP ini tidak menggusur hasil lapaknya yang sudah berdagang bertahun-tahun yang mana rata-rata orang Madura tersebut berjualan di Jl. Gembong Kapasari Surabaya. 12-11-2018 Pukul 5 sore.

Saat kejadian tersebut, para PKL marah atas tindakan anarkis dan arogansi yang diduga di lakukan oleh Satpol PP Surabaya, PKL Gembong Jl. Kapasari itu sangat marah besar atas perilakunya dari Satpol PP Surabaya yang arogansi. Kemarahan ini dipicu dengan penertipan Satpol PP yang agak arogan dengan mengambil milik salah satu pedagang toko berupa elpiji dan mobil mainan didalam toko milik ibu H. Nuryati selaku pemilik toko yang berada di jalan Kapasari Gembong Surabaya.

Karena sikap yang arogansi oleh Satpol PP Surabaya cara menertibkanya, maka pemilik toko dan pedagang lainnya ikut marah dan Warga sendiri ikut kesal dengan sikap yang sangat arogan itu. Karena dengan kemarahan pedagang dan para pemilik toko beserta massa ikut membantu memblokade Jl. Raya Kapasari Surabaya.

Suasananya semakin mengencam yang terjadinya bergejolak membuat Jl.  Gembong Kapasari lumpuh total selama 5 Jam karena dengan rusaknya pot tanaman yang terbuat dari kaleng besar berada di tengah jalan trotoar yang berserakan ke jalur jalan raya Kapasari.

Lanjutnya, kemarahan Pedagang dan Warga tidak bisa di dihentikan lagi karena sifat arogan Satpol PP yang tidak bisa mengambil sikap yang baik terhadap para Pedagang. Kapolsek Genteng Kompol Ary Trisetiawan turun langsung ke TKP untuk meredakan suasana yang memanas dengan adanya massa yang begitu banyak memadati jalan raya Kapasari.

Para pedagang mngutarakan sangat kecewa dengan adanya lahan yang di siapkan oleh Pemkot Surabaya yang kondisinya yang sebagian masih dalam tahap pembangunan dan masih belum diselesaikan secara maksimal dan juga belum diresmikanya oleh Dinas terkait.

Sayangnya Satpol PP sudah mengambil tindakan mengobrak pedagang yang Baik ada dalam gang maupun di pinggir jalan tidak luput dari sasarannya, padahal pedagang yang ada didalam gang sudah di ijini oleh warga dan RT setempat, Ucapnya Hendro penjual lapak.

Obra’an Pedagang yang dilakukan Satpol PP di jalan Kapasari pada saat sore hari di bawah pimpinan langsung Kepala Regu Saiful, dilapangan saat menjalankan operasinya yang menimbulkan kemarahan terhadap seluruh Pedagang Gembong.

Pedagang meminta kepada Satpol PP agar barang yang di ambilnya segera di kembalikan dan menuntut untuk proses secara hukum seperti yang di unkapkan oleh salah satu pedagang Halidi dihadapan Kapolsek Genteng mengatakan:  Apakah pihak Satpol PP yang mengambil barang di toko bisa di proses hukum pak.?

Kapolsek Genteng langsung memberikan jawaban akan tetap memproses dengan hukum di hadapan para media dan Masyarakat, Kapolsek memberi kepercayaan penuh kepada seluruh pedagang agar kericuhan kembali kembali menjadi suasana yang kondusif.

Seluruh pedagang berteriak dihadapan Kapolsek meminta agar Satpol PP Saiful di proses hukum dan di pecat. Demikian Informasi yang dimonitor di Lapangan. (Syahril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *