Gelar Pameran Pembangunan PEMKAB SAMPANG Telan Anggaran Dana APBD Ratusan Juta.

WH Sampang : Kembali menggelar pameran pembangunan, Pemerintah Kabupaten Sampang telan anggaran ratusan juta anggaran dana APBD. Seperti halnya yang telah di sampaikan oleh ketua diskominfo acara digelar dengan tujuan sebagai media informasi hasil pembangunan dan produk unggulan serta menunjukan kepada masyarakat pengelolaan SDM Teknologi, Informasi secara baik.

Kurang labih 67 Peserta,yang terdiri dari OPD, Kecamatan, BUMD, BUMN  dan kelompok Masyarakat (Karang Taruna). Dengan anggaran sebesar 698 juta, acara pamiran pembangunan ini malah lebih didominasi PKL luar dari pada PKL lokal.

Tahun sebelunya pemerintah kabupaten sampang menggagalkan gelar pamiran pembangunan 2016, dengan alasan anggaran dana harus di pangkas dibawah 400, sehingga nipis, maka pemkab gagalkan pamiran pembangunan 2016.

Dan kali ini seperti yang disampaikan kabid Informasi komunikasi publik Diskominfo(Sry Sidayati SE M.Si)pamiran digelar 5 hari tanggal 10-15 Novenber 2018.

Maka tidak heran bila pamiran khususnya PKL lebih banyak didomisikan PKL lur dari pada PKL Lokal karena tidak adanya saluran dana dari dikominfo selaku leading sektor.
Berdasarkan penyampaian dari salah satu OPD,Menjelaskan OPD -OPD lain termasuk camat tidak punya anggaran,malah dipaksa mengeluarkan Pameran.

Terpisah menurut ketua Lembaga Swadaya Masyarakat, komunitas masyarakat dan pemuda gunung maddeh (KOMPAG). Bukhori mengungkapkan, sangat disayangkan pameran pembangunan 2018 ini, lebih didominasi PKL luar dari pada PKL lokal, karena OPD yang ikut sertapun memaksakan diri untuk mengikut sertakan, waulaupun sebenarnya tidak memiliki anggaran, dan PKL lain tentu harus memikirkan dua kali dengan faktor restribusinya, meskipun anggaran dana pamiran kali ini sebesar Rp.  689 Juta.

Selain itu, Badrus Sholeh Ruddin, SH LSM Bhayangkara Indonesia (Bharindo) yang juga perwakilan dari pemuda millenial menejelaskan, ” Saya heran Mas mestinya tujuan dari pameran itu adalah dari dan untuk masyarakat Kabupaten sampang tapi saya mendengar desas-desus di permukaan bahwa lapak yang ada di stand pameran itu malah dikuasai pihak luar ini kan Sangat disayangkan jadi menurut saya keluar dari asas manfaat Masyarakat Sampang itu sendiri, intinya dari kami selaku kelompok intelektual muda milenial akan terus mengkaji payung hukum yang ada, apakah mengenai anggaran atau mengenai juknis dan lain sebagainya ” ujarnya. (Tollip/Zain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *