Polrestabes Beerhasil Gerebek Indekos Surabaya Dan Menyita Sabu 4,7 Kg Dan 7.700 Ekstasi

Spread the love

WH Surabaya : Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap sindikat pengedar narkoba di Surabaya. Dalam operasi penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan seorang pengedar bernama Imam Santoso (28) dan menyita Narkoba jenis sabu seberat 4.7 kilogram, 7.700 butir pil ekstasi serta 18,74 gram ganja.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, penangkapan pengedar narkoba tersebut merupakan hasil kerja keras tim khusus (Timsus) Satreskoba Polrestabes Surabaya.

“Timsus Satreskoba Polrestabes Surabaya, berhasil menangkap satu orang tersangka narkotika,” ujar Luki Hermawan saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (14/11).

Imam merupakan warga Jalan Simo Pomahan yang juga tinggal di sebuah rumah indekos di Jalan Dukuh Pakis Surabaya. Luki menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat adanya aktivitas tertutup yang mencurigakan di tempat tinggal pelaku. Polisi lalu memanta gerak-gerik Imam.

Setelah mengumpulkan keterangan dan melakukan penyelidikan, IS ternyata menjadi pengedar barang haram dan menyimpannya di rumah. Polisi menangkap Imam dan barang bukti di indekos milik Imam di Jalan Dukuh Kupang Surabaya, pada Senin (05/11) lalu.

Dari hasil penggeledahan di kos tersangka, timsus Satreskoba Polrestabes menemukan barang bukti narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja di simpan di dalam koper,” terang Luki.

Dari dalam koper tersebut, ditemukan barang bukti itu berupa 4.7 kilogram sabu, 7.700 butir extasi, 18, 74 gram ganja serta 36 butir kapsul berisi serbuk ekstasi, 3 buah timbangan, dan 1 buah tas koper.

Sementara itu, Imam mengaku baru dua minggu menjadi pengedar narkoba. Ia mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang berinisial BY yang selama ini dikenalnya melalui telepon dan chatting via BBM (BlackBerry Messenger).

“Saya mendapatkan barang narkotika ini dari seorang teman berinisial BY, karena butuh pekerjaan untuk membiayai hidup keluarga. Saya ikut dia,” ucap Imam.

Akibat perbuatannya, Imam Santoso telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman maksimal seumur hidup dengan denda Rp 5 miliar,” tutup Luki. (Syahril)

adminwh