KESEIMBANGAN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh: Umar Usman

WH Jakarta : Buah dari pohon rimbun akal, sebagai akar dari energi menyayangi, adalah pikiran jernih dan bening untuk bersikap dan berkarakter hidup yang seimbang. Aplikasi dan implementasi dalam pola pikiran, perkataan, dan perbuatan yang bermuara lelaku kehidupan yang memahami dan mengerti bahwa neraca aksi dan reaksi yang setimbang. Menyadari akan hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawabnya sebagai insan individu dan sosial.

Mengetahui dalam kesadarannya bahwa ini memang haknya yang proporsional, baik itu materi, jasa, dan penghargaan yang diterimanya. Menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai bentuk tanggungjawab hidupnya sebagai insan yang bermartabat, berharkat, dan berharga diri.

Kesadaran hidupnya pada titik keseimbangan dalam hal intelektualitas, emosional, dan spiritualnya dalam melakukan pelayanan sosial. Keilmuannya bak pohon dan buah padi, makin berisi kian menunduk pertanda rendah hati. Kesadaran psikis dan kebatinannya dalam memanage emosi dan amarah terukur, terkontrol, dan teratur. Bak neraca yang setimbang. Tidak berani juga tidak penakut dalam menghadapi dan mengarungi kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Dalam hal berspiritual konsisten menggunakan akal dan kalbunya, sebagai bank potensi energi menyayangi dan mengasihi. Segalanya dipikirkan dengan matang dan ranum, sebelum bertindak dan berbuat. Segalanya dilakukan secara maksimal dan optimal menuju keparipurnaan.

Tak melampai batas dan menahan diri dalam merespon kebaikan dan keburukan yang sedang dihadapinya. Dan menerima dan menjalani hidupnya dengan mensyukuri anugrah terbesar dari Tuhan, yakni kehidupan dengan riang dan gembira. Inilah salah satu sikap dan karakter insan Ruuhi. (Korlip Nasional Ahmad Safei SH).

Kembangan, 8 September 2018