Pj Bupati Sampang Bersama Satpol PP Menertibkan “Gepeng”

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Dalam beberapa bulan terakhir ini, Pj Bupati Sampang (Drs EC Jonathan Judianto, SH, MM) memerintahkan kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar melakukan penertiban dan tindakan tegas terhadap Gepeng, karena semakin bertambah banyaknya para Gelandangan, Pengemis dan Pengamen (Gepeng) yang berada di fasilitas-fasilitas umum, seperti di jalan umum (trafik light), pasar dan pusat-pusat pertokoan, sehingga Gepeng tersebut mengganggu terhadap pelayan serta kenyamanan masyarakat umum.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Kasat Satpol PP Sampang (M. Kusno Abdullah) bersama Kabid Tindak Penertiban Umum (St. Qhoiryah) juga para stafnya langsung turba dan melakukan penyisiran disetiap sudut kota.

Dari penyisiran itu, akhirnya para petugas Satpol PP menemukan dan menangkap Pengamen Jalanan yang masih bocah bernama “AM” (13 Th) dan salah seorang nenek tua bernama “N” (75 Th). Setelah dikonfirmasi yaitu hari Rabu (05/09/2018) Untuk wawancara, Kabid Tipendum (Hj. St. Qhoiryah) mengatakan, “Iya memang benar informasinya itu, bahwa kami bersama para petugas Satpol PP Sampang telan menangkap 2 orang, yaitu seorang bocah laki-laki yang sedang mengamen, dan akhirnya “AM” kita amankan di Kantor Satpol PP, sekitar Jam 12. 30 Wlib, “AM” yang berasal dari Surabaya itu langsung di jemput oleh Bapak Agung Triastono dan ibu Wahyu Pujiyanti dengan alamat Tambak Sari Surabaya dan merupakan kedua orang tua dari AM”, Ujar Beliau.

“Sedangkan untuk pengemis bernama “N” dengan jenis kelamin perempuan usia sekitar 75 th, kita tangkap pada hari Selasa (04/09/2018) sekitar Jam 11.45 Wib, kemudian kita bawa ke kantor dengan tujuan kita amankan.  “N” sendiri sebelumnya sudah tertangkap dan ini adalah yang ke tiga kalinya, sehingga kami ajukan ke persidangan Tipiring di Pengadilan Negeri Sampang dengan tujuan biar ada efek jera terhadap pengamen tersebut”, Ungkap Qhoiryah menambahkan pernyataannya.

Sidang “N” berjalan dengan lancar rsambil disaksikan oleh putri satu-satunya bersama suaminya, adapun hasil keputusan Hakim yaitu (I Made Wicaksan), sehingga N dikenakan denda uang Rp.. 300.000,atau kurungan sekitar 7 hari. Acara sidang berjalan dengan tertib dan lancar, sehingga selesai sekitar Jam 16.30. #(Is-one)#