PENCURIAN DI PABRIK OLAHAN KULIT TERNYATA KARYAWAN SENDIRI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang Raya : Alasan klasik dan tuntutan masalah ekonomi telah membuat seseorang untuk nekat melakukan kejahatan,Empat sekawan yang bekerja sebagai karyawan pabrik olahan kulit di Kota Malang ini,akhirnya harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Sebagai seorang karyawan yang seharusnya bekerja giat untuk membuat Perusahaannya maju, keempat Karyawan tersebut justru melakukan pencurian olahan kulit ditempat kerja mereka sendiri.

Pencurian yang dilakukan oleh mereka tidak tanggung-tanggung, olahan kulit yang dicuri karyawan tersebut mencapai nilai total Rp. 400 Juta.

Ke Empat tersangka tersebut adalah Satria Aji Santoso, Rahmat Sanjaya, Edi Siswanto dan Agus Cahyono. Keempatnya dibekuk petugas pada pertengahan Agustus lalu setelah polisi mendapat laporan dari korbannya.

Malangnya, meskipun berhasil mencuri, sekitar 600 lembar olahan kulit, mereka kesulitan dan tidak berhasil menjual kulit tersebut karena tidak dilengkapi surat resmi. Sehingga tak sepeserpun uang mereka dapat.

Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta kepada WartaHukum.net mengungkapkan, empat pelaku sudah cukup lama bekerja di perusahaan kulit level ekspor tersebut. Bahkan satu di antaranya, yakni agus sudah 20 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Kalau untuk yang lain antara lima sampai tujuh tahun. Jadi korban ini lapor setelah sebelumnya sempat mengintai dan tahu siapa orangnya. Setelah itu oleh anggota langsung ditindaklanjuti.

Selanjutnya, anggota setelah mendapatkan bukti-bukti yang cukup kuat, langsung menciduk pelaku. Petugas pertama membekuk Edi Siswanto di rumahnya. Di sana petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa kulit.

Edi ini merupakan otak dari pencurian,dia berperan mengambil barang dan dimasukkan ke mobil untuk dibawa pergi. Tidak ada yang curiga ketika mereka beraksi, soalnya kan karyawan sendiri, jadi mereka bisa bebas mengambil kunci maupun memindahkan barang curiannya.

Ketika di interogasi lebih mendalam, Edi juga menyebut nama lain yang juga terlibat, hingga akhirnya mereka pun juga turut diciduk. Para pelaku sendiri melakukan pencurian sebanyak dua kali yakni bulan April dan Mei 2018.

Para pelaku ketika beraksi selalu pada sore hari, keempatnya dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (Kie)