SERAH TERIMA PIAGAM PIAGAM oleh KETUM RASI.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta 31 : Agustus 2018. Penyerah Piagam Penghargaan RASI diserahkan bersama sama oleh Ketua Umum Aby Barjan Kariyadi bersama Badan RASI Indonesia kepada para Pengayom yang telah dikukuhkan dalam pengangkatannya. Nampak juga H. Hasiri dalam foto saat penyerahan Piagam Penghargaan RASI.

Setelah penyerahan piagam dilanjutkan acara dengan pencerahan dan pemantapan kepada seluruh perserta Pengangkatan Pengayom III dan IV oleh Abang Bulganon Amir. Pencerahan tersebut ditujukan khusus kepada para Pengayom yang telah dilantik tentang masih ada nya para pengayom yang masih merasa menjadi juru selamat. Tentu Abang berharap kepada para Pengayom untuk tidak menjalankan perdukunan melainkan menjalakan kesucian.

Saat pencerahan Abang juga menceritakan betapa pahit nya perjalanan Abang sendiri saat mendalami kesucian tersebut. Namun Abang menambahkan kepada para pengayom agar bisa mensyukuri apa yang sedang dialami para pengayom alami saat ini. Di sesi tersebut Abang juga memberikan waktu untuk hak tanya jawab kepada para Pengayom I sampai pengayom IV. Tentu maksud dari hak tanya jawab tersebut tidak lain adalah untuk menguji seberapa dalam pengetahuan para pengayom yang telah diangkat dan dikukuhkan dala acara tersebut.

Sesi-sesi tanya jawab tersebut memungkinkan kedepannya agar para pengayom bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dari pengetahuan sebelum adanya pengangkatan. Ibaratkan dalam satu pekerjaan bila ada pelantikan dalam kenaikan jabatan sudah tentu pekerja tersebut diharapkan bisa dan dapat menjalankan pekerjaan yang lebih tinggi tanggung jawabnya. Begitu juga yang terjadi di pengangkatan ditubuh RASI saat ini.

Tentu para pengayom yang telah dilantik dalam pengangkatan sebagai Pengayom baik Pengayom III dan IV sudah pasti diharapkan bisa dan dapat menjalankan visi dan misi RASI. Seperti Moto RASI bahwa RASI Cerda, RASI Bermartabat. Cerdas dan Martabat adalah tugas yang perlu insting dan santun. Seperti arahan Abang kepada para Pengayom adalah untuk selalu ber Derma dan selalu ber Derma untuk tidak memiliki. Bila mengkaji arti kata Derma adalah pengabdian, arti untuk tidak memiliki adalah agar para Pengyom yang telah diangkat sebagai pengayom agar dermanya untuk tidak pamrih. Abang juga menambahkan kepada para Pengayom agar Nawaitu nya yang serius agar memiliki keyakinan yang pasti. Cita cita Abang juga sangat mulia yaitu ingin membebaskan biaya pendidikan dalam program membangun gedung gedung pendidikan yang tanpa biaya untuk para siswa. Abang juga menambahkan akan Mensejahterakan para anggota nya yang betul betul serius dalam menjalankan amanah RASI. (Korlip Nasional)