INI BUKAN PHOTO BIASA ?

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh: Umar Usman

WH Jakarta : Sudah 3 tahun terakhir sangat jarang buat saya, meluangkan waktu untuk nonton televisi. Bukan karena alasan apapun. Tanpa kecuali di stasiun atau chanel televisi dalam dan luar negeri, saya jarang nonton televisi. Namun, kemarin malam tepatnya pada hari Rabu, 29 Agustus 2018 sekira jam 6 selepas waktu maghrib. Disalah satu stasiun televisi swasta nasional. Saya menonton sesuatu yang tidak biasa. Bahkan saya menyebutnya sesuatu yang “fenomenal!”

Dua tokoh nasional begitu menginspirasi semangat nasionalisme saya ! Yang satu Presiden RI yang mulia Bpk.  Ir. Joko Widodo dan yang satunya lagi Bpk Letnan Jenderal Purnawirawan TNI Prabowo Subianto, yang saat ini sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Akh! Ini pasti bukan gincu pemerah bibir, bukan rekayasa, dan pasti bukan mencari sensasi. Dan tidak ada ada korelasi dan koneksitas dengan hiruk pikuk pemilihan presiden 2019. Ini suatu “keajaiban” yang diperlihatkan oleh 2 orang pemimpin Indonesia yang berjiwa kepemimpinan dan mencintai Indonesia dengan sungguh-sungguh dan seksama! Terlepas dari lebih dan kurangnya 2 tokoh ini sebagai manusia biasa. Itu yang ada dibenak saya.

Betapa dunia olahraga itu. Selalu ampuh menjadi perekat dan pemersatu persatuan. Baik nasional bahkan dunia. Dan ternyata “binding” yang mengikat dan mempersatukan itu, anak muda belia Indonesia. Yang telah menorehkan prasasti prestasi, sosok Hanif peraih medali emas untuk cabang olah raga pencak silat pada pesta olah raga Asean Game 2018.

Pada acara seremonial pemberian dan pengalungan medali emas, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan pengibaran bendera merah putih. Terjadilah peristiwa dan momentum bersejarah itu.
2 tokoh nasional berpelukan dan saling merangkul tanda suka cita dan mensyukuri anugrah Tuhan. Prestasi gemilang putra dan putri terbaik Indonesia.

Siapapun yang terpilih menjadi presiden pada ajang pilpres 2019 mendatang. Buat saya tak ada urusan. Dalam iman saya, bahwa takdir menjadi pemimpin Indonesia itu, adalah kehendak dan ketetapan Tuhan. Final dan mutlak! Ikhtiar dan usaha manusia hanyalah paripurnanya pengaturan takdir Tuhan.

Salam persaudaraan Indonesia!

(Korlip Nasional)

Bekasi, 29 Agustus 2018