Pembangunan Ruang Kelas Baru SD Negeri Bojongnangka Dikerjakan Asal Jadi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tasikmalaya : Pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD Negeri Bojongnangka Kecamatan Cikalong kabupaten Tasikmalaya diduga dikerjakan asal jadi, Pasalnya pengerjaan pembangunan ruang kelas baru SD Negeri Bojongnangka dilaksanakan tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yangmana material besi yang digunakan Diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan sehingga kualitasnya sangat diragukan.

Pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD Negeri Bojongnangka ini sebanyak satu lokal dengan jumlah anggaran sebesar Rp 146,956,315 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun anggaran 2018 dan dikerjakan oleh panitia pembangunan sekolah (Swakelola).

Hasil pantauan WARTA HUKUM di lapangan Selasa 28/08/2018, pembangunan ruang kelas baru di SD negeri Bojongnangka sudah hampir selesai dan sedang dalam tahap finishing, namun dalam menyikapi dan menindak lanjuti informasi yang diterima Warta Hukum tim investigasi Warta Hukum mengkoreksi material pembesian yang digunakan untuk betonisasi bangunan tersebut, sehingga ditemukan material besi yang sudah terpasang dengan ukuran yang tidak sesuai juknis, yaitu besi diameter 12 mm Menggunakan besi diameter 10,26 mm , besi diameter 10 mm menggunakan besi diameter 7,15 mm, dan untuk cincin yang seharusnya menggunakan besi diameter 6 mm hanya menggunakan besi yang berdiameter 5,06 mm

Saat dikonfirmasi Warta Hukum, Nani, S.Pd, SD Selaku Kepala sekolah SD Negeri Bojongnangka mengatakan, “Terkait pembangunan Ruang kelas baru ini saya sudah laksanakan dengan baik dan sesuai dengan RAB yang sudah ditentukan, adapun tentang besi yang digunakan untuk bangunan RKB tersebut semuanya saya beli yang paling bagus dan sudah dapet ijin dari tim teknis yaitu pak Dedi selaku Konsultan, bahkan tentang Baja Ringan (Bajring) juga semuanya atas dasar ijin Konsultan yang sudah ditunjuk sebagai tim teknis, “Terkait pembesian sudah ijin dari pak Dedi selaku Konsultan, dari mulai penghitungan, dan jenis ukurannya, karena beliau lah yang lebih tau tentang itu, jadi semuanya atas ijin dari pak Dedi, silahkan tanya saja kepada pak Dedi “Ungkapnya kepada Warta Hukum (28/8)

Ditambahka Dedi selaku Konsultan memberikan keterangan melalui Celluler nya, terkait dengan material besi yang digunakan dalam pembangunan Ruang Kelas Baru SD Negeri Bojongnangka, Dedi memastikan dan menjamin sudah sesuai dengan juknis, yaitu dengan ukuran diameter 12 mm dan 10 mm untuk selup, dan besi berdiameter 6 mm untuk cincin, “Kalo masalah besi untuk betonisasi saya bisa pastikan menggunakan besi sesuai spek, yaitu besi berukuran 12 mm full, 10 mm full, dan 6 mm full, dan termasuk pada kategori besi yang sudah memenuhi standard SNI, sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai juga semua jenis material yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut saya rekap dan saya hitung berdasarkan kebutuhan serta mengacu kepada RAB, termasuk pembesian pun saya pesankan untuk beli ukuran besi yang full sesuai spek, namun pada saat besi datang saya sedang tidak ada di lokasi dan saya tidak mengecek menggunakan sigmat, tapi saya jamin dan saya pastikan menggunakan besi yang berukuran full, bahkan saya berani di bongkar lagi, “Terangnya.

Informasi yang dihimpun Warta Hukum dari salahsatu anggota LSM Geram (Gerakan Rakyat Menggugat) pada dasarnya pemerintah sudah cukup bijak dalam memperhatikan lembaga pendidikan, baik sarana maupun prasarana yang ada di setiap daerah demi meningkatkan kualitas dunia pendidikan, sehingga berbagai macam program pemerintah menurunkan bantuan, namun sangat disayangkan hingga saat ini masih banyak oknum yang tidak bertanggung jawab atas amanah yang diberikan, yangmana masih saja mencari celah untuk meraih keuntungan pribadi dari program pemerintah tersebut, “Saya hanya bisa berharap kepada dinas terkait untuk lebih ketat lagi dalam pengawasan nya dan senantiasa menindak tegas serta memberikan sanksi kepada para oknum yang masih saja melakukan tindak pidana korupsi, “Jelasnya. (Chefy)