Diduga Pungli, Tarif Nikah Di Kecamatan Cipatujah Dipake Ajang Bisnis

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tasikmalaya : Praktik calo dan pungutan liar (PUNGLI) masih saja terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) yang dilakukan oleh salah seorang oknum petugas KUA yang tidak bertanggung jawab yang mengutip kepada calon pengantin yang hendak melangsungkan pernikahan, Padahal pemerintah sudah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) itu diatur bahwa biaya nikah di KUA adalah sebesar Rp 30,000, namun meskipun Kementerian agama telah menetapkannya peraturan tersebut masih saja kerap menimbulkan masalah munculnya praktik pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh penghulu, sehingga biaya yang harus dikeluarkan calon pengantin jauh melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan Negara.

Seperti halnya yang telah terjadi di Desa Tobong jaya kecamatan Cipatujah kabupaten Tasikmalaya Yang mana pada saat salahsatu warga yang hendak melangsungkan pernikahan diminta sebesar Rp. 1.500,000 dengan rincian biaya nikah Rp. 1.200,000 dan biaya pengurusan berkas (NA) Rp. 300,000, sehingga dengan jumlah total biaya Rp. 1.500,000 dan biaya ini telah meliputi pengurusan berkas berkas yang diperlukan.

Informasi yang dihimpun Warta Hukum dari narasumber , “Saya merasa aneh dengan tarif nikah disini, masa saya dipinta Rp. 1.500,000 padahal di tempat lain gak sebesar itu, kata Pak Ajo sih katanya Rp. 1.200,000 untuk nikah dan Rp.  300,000 untuk pengurusan NA, padahal saya pernah lihat diberita televisi tentang tarif nikah tapi gak sebesar itu”Jelasnya.

Saat dikonfirmasi Warta Hukum Ajo selaku penghulu / Amil Desa Tobong Jaya mengakui dan membenarkan dengan tarif yang dimintanya, bahwa tarif nikah sebesar Rp. 1,200,000. Menurut Ajo tarif nikah tersebut hasil dari kesepakatan para penghulu / Amil yang ada di kecamatan Cipatujah, dan semua itu diketahui oleh KUA, adapun keperuntukan nya adalah sebesar Rp. 700,000 untuk setor ke KUA yaitu kepada bapak Ade selaku bendahara KUA dan sisanya untuk biaya operasional kesana kesini, pada dasarnya setiap yang mau nikah pun selalu saya perjelas dan Saya kasih pilihan terlebih dahulu, bahwa tarip nya mau yang mana, “Ada yang gratis, ada yang pertengahan, dan ada yang terima beres, namun rata rata mereka ngambil yang terima beres, tapi kalo pengurusan NA yang katanya Rp. 300,000 diluar dari Rp 1,200,000 saya gak merasa narif, karena saya narifnya Rp 1,200,000 bukan Rp.  1.500,000, namun itupun karena mereka ikhlas, “Kalo memang gak ikhlas biar saya datangin satu persatu setiap orang yang sudah saya nikahkan , bila perlu saya kembalikan lagi ulangnya, “Ujar Ajo sedikit emosi. (Chefy)