Reses Ir. Mindo Sianipar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPR – RI Dapil VIII

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR – RI) dapil VIII Jawa Timur, Ir. Mindo Sianipar gelar reses,’ jaring aspirasi masyarakat, pada Sabtu siang 11/8/18. Di  Balai Serbaguna, Hotel Nirwana Nganjuk
Jl. Gatot Subroto No. 2A,Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk.

Dalam reses bertajuk mari sejahterakan petani Indonesia berdaulat pangan tersebut. Dihadiri oleh Dirjen Gatut,Bulog Defrizal, Ir. Bustanul selaku Dir Alsintan (alat mesin pertanian), Ir. Umi Windriani, urusan irigasi Ir. Rahmanto, Pt Petro Kimia Tudo N, kanca BRI Indra Wawan, para petani, kelompok tani, gapoktan serta para Kades ini berjalan aman, tertib dan bersahaja.

Dalam sambutannya, Anggota DPR RI kelahiran Tanjung Balai, 24 Oktober 1953 tersebut “mengungkapkan” Bahwa sangat bersyukur atas kehadiran para petani,para Kepala Desa,dan pihak-pihak terkait . Yang secara langsung dapat memberikan solusi atau gambaran kepada petani kita tentang apa saja jenis bantuan yang dapat di gelontorkan nantinya, untuk mengatasi segala permasalahan di lingkup pertanian. Baik dalam bentuk, alat pertanian , modal, tata cara bertani modern,’ melalui penyuluhan-penyuluhan (kunjung lapang) maupun tukar pikiran (kungker) dari petani kepada ,para petani lain di luar daerah ,maupun dari para pihak terkait ‘kepada para petani, “Ungkapnya.

Dalam forum yang digelar secara terbuka tersebut, begitu banyak aspirasi yang disampaikan . Antara lain, terkait berbagai permasalahan yang sering menjadi momok bagi petani. Seperti turunnya harga ketika tengah panen, kualitas pupuk organik yang dianggap kurang dibanding dengan kompos buatan sendiri yang menjadi beban bagi para petani,sebab pembeliannya harus dalam bentuk satu paket. Mereka juga berharap adanya bantuan sumur dalam, untuk petani-petani di wilayah Nganjuk utara yang memang sering dilanda kekeringan,serta masih banyak lagi.

Hal tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari pihak-pihak terkait yang memang diundang. Antara lain, mengenai sistem penggunaan mina padi, pembuatan tanggul, dam atau bendungan kecil serta parit, guna pemanfaatan sungai-sungai kecil melalui dana DAK (Dana Alokasi Khusus). Pemanfaatan BUMDES sebagai mitra petani atau gapoktan dalam pengelolaan pupuk kepada para petani dengan perolehan modal lewat dana Desa dan lain sebagainya.

Terpisah ” Anggota DPR RI yang kerap disapa ‘Pak Mindo saat di temui awak media pasca tajuk berlangsung ” mengatakan” bahwa, agenda yang dilakukan hari adalah,’ lebih kepada bagaimana Desa menjadi pusat pembangunan, bagaimana Desa mampu sebagai motor penggerak ekonominya sendiri sesuai dengan hak-hak dalam otonomi Desa. Sebab, ada banyak bantuan-bantuan pemerintah, dari banyak kementrian dan badan, yang selama ini kurang terkoordinasikan. Menyangkut alat-alat pertanian,irigasi pertanian, budidaya ikan air tawar, pengadaan pupuk, pemanfaatkan gapoktan menjadi penyalur pupuk melalui kerjasama bersama BUMDES”Katanya.

Kita juga undang Bank Rakyat Indonesia (BRI) agar dapat bersinergi dengan BUMDES melalui komunikasi yang di mulai lewat acara ini. Saya juga undang BULOG, yang dalam hal ini dapat bekerja bersama melalui program-programnya,’ agar gula, beras dan komoditas lainnya dapat tersalur langsung kepada konsumen atau rakyat tak perlu jauh ke kota. Sebab di desa setempat, telah ada agen milik desa menyangkut kebutuhan bahan pokok serta telah bermitra dengan Bulog. Harapan saya prihal ini dapat dimulai dari 2 atau 3 desa dalam waktu dekat ini sebagai percontohan .” Imbuhnya.

Disinggung mengenai Bawang Merah sebagai salah satu komoditas andalan Kabupaten Nganjuk yang harganya sering anjlok ketika panen raya ,”Anggota DPR RI komisi VIII tersebut” memaparkan” bahwa perlu adanya jalinan komunikasi juga kerja sama para petani,dengan pihak Bumdes guna membuat suatu pengelolaan berbadan hukum yang terkoordinasi di setiap Desa penghasil bawang. Maupun dengan pihak lain ( Pemerintah), yang mampu menampung hasil pertanian para petani horti tersebut. Serta bekerjasama dalam penentuan mangsa penjualannya dengan pihak terkait guna meminimalisir permainan harga yang selama ini sering di lakukan oleh para tengkulak ” Paparnya. (Tian)