Kepala Sekolah SD Negeri Cipaku Diduga Selewengkan Anggaran Rehabilitasi Ruang Kelas TA 2018

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tasikmalaya : Dengan berbagai macam bantuan pemerintah untuk mendukung dan meningkatkan dunia pendidikan di setiap daerah baik sarana maupun prasarana, Pemerintah menggelontorkan trilyunan rupiah demi tercapainya visi dan misi pemerintah tentang pendidikan, namun sangat disayangkan masih banyak para oknum yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan umum, salahsatu nya termasuk program bantuan pemerintah dalam bentuk pembangunan yang dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk Rehabilitasi ruang Kelas SD Negeri Cipaku Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah anggaran, Rp. 200,451,900 yang sumber dananya dari dana APBN Tahun anggaran 2018 yang dikelola dan dilaksanakan oleh panitia rehab sekolah (swakelola) diduga direalisasikan tidak sesuai juknis.

Hasil pantauan Warta Hukum di lapangan adanya dugaan praktik penyelewengan sebagian anggaran dari beberapa pekerjaan yang diduga dikerjakan tidak sesuai juklak juknis yang sudah ditetapkan, sehingga tidak membuahkan hasil yang maksimal, salah satunya yaitu pengerjaan bangunan yang seharusnya dilakukan penambahan pasangan bata agar supaya memiliki ketinggian yang seimbang, namun hal tersebut hanya dilakukan pengganjalan saja menggunakan baja ringan (Bajring) sekitar 20 Cm, sehingga hasilnya diduga tidak maksimal, disamping itu ditemukan juga pengerjaan rangka atap bangunan yang menggunakan baja ringan (Bajring) dikerjakan asal-asalan yangmana penguat rangka atap siku siku nya menggunakan Bajring dibawah standar, karena siku-sikunya menggunakan Bajring ukuran kecil yang memiliki standar untuk Reng, sehingga dipastikan tidak memiliki kekuatan yang maksimal untuk menahan beban genteng.

Informasi yang diperoleh Warta Hukum dari beberapa pekerja yang ada di lokasi rehab sekolah tersebut mengatakan, “dalam hal ini saya cuma hanya pekerja, dan tentunya saya hanya menjalankan perintah dari kepala sekolah saja, adapun terkait Spek dan lain sebagainya saya tidak mengerti, karena saya juga tidak melihat gambar, padahal seharusnya gambar tersebut dipampang disini, agar supaya Saya bisa mengacu dan berpedoman kepada gambar pelaksanaan, memang secara logika sih saya juga paham, seharusnya siku siku penguat atap tersebut harusnya menggunakan Bajring yang ukurannya lebih besar, karena agar bisa menahan beban genting, tapi ini mah saya juga bingung kenapa kok menggunakan Bajring ukuran kecil yang seharusnya untuk Reng , saya sangat khawatir gak kuat menahan beban, disamping itu bangunan ini juga harusnya ditambah pasangan bata ke atas, bukan diganjel Bajring, karena secara kajian teknik tiang ganjelan ini belum tentu kuat juga, “Katanya.

Saat ditemui Warta Hukum di kantor UPTD Pendidikan Bojongasih (9/8) Suryaman, S.Pd selaku kepala sekolah yang didampingi Kepala UPTD Pendidikan Bojongasih Cucu Jum’atul Ramdan, S.IP menerangkan dirinya sudah melaksanakan pembangunan rehab tersebut dengan baik dan sesuai RAB, ” dalam rehab ini saya tidak mungkin mengerjakan tanpa ngikutin prosedur yang sudah ditetapkan karena saya juga tidak mau ada masalah, bahkan diluar RAB pun saya melakukan inisiatif penambahan pengecoran menggunakan besi agar supaya lebih kuat, adapun pengerjaan Bajring di bagian depan yang di ganjal akan saya perbaiki termasuk siku siku rangka atap yang menggunakan Bajring berukuran kecil pun akan Saya ganti, “Terangnya.

Ditambahkan oleh Cucu, “Saya selaku Kepala UPTD juga tidak akan membenarkan kepala sekolah apabila melakukan hal yang keliru terkait pembangunan rehab sekolah tersebut, padahal saya selalu perintahkan kepada seluruh kepala sekolah yang ada di wilayah hukum UPTD Pendidikan Bojongasih agar supaya dapat menjaga dan mengerjakan pekerjaan Rehabilitasi sekolah dengan baik, Karena apapun bentuknya kelapa sekolah itu adalah selaku penanggung jawab atas anggaran yang sudah diturunkan, saya selalu kasih warning karena saya juga selaku pimpinan punya wewenang untuk mengawasi program tersebut, dan saya akan tekankan kepada Suryaman selaku kepala sekolah SD Negeri Cipaku agar supaya memperbaikinya dengan segera, saya sangat gak berharap ketika nanti ada pemeriksaan dari inspektorat ada temuan yang negatif, karena segala Sesuatunya pun pasti ada pertanggungjawaban nya, “Saya gak mau tau, pokoknya hal ini harus segera diperbaiki, “Tegasnya sambil mengintruksikan kepada Suryaman.

Masih menurut Cucu, Saya ucapkan terima kasih kepada rekan – rekan media dan lembaga lainnya selaku sosial kontrol atas masukan yang diberikan terhadap saya selaku kepala UPTD, karena saya juga tidak mengetahui persis atas situasi, kondisi dan kejadian di lapangan, terlebih saat ini jujur saya masih tahap adaptasi, karena saya juga disini baru menjabat sebagai kepala UPTD Pendidikan Bojongasih baru beberapa Minggu ini, “Paparnya. (Chefy/Ade)