Klarifikasi Kepala Dinas Pendidikan Sampang Terhadap SD Negeri Kodak 1

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Untuk menindaklanjuti pemberitaan kemarin (08/08 /2018) terkait minimnya faktor infrastruktur sarana dan prasarana pendididikan dalam proses belajar mengajar yang terjadi di SD Negeri Kodak 1 Desa Kodak Kecamatan Torjun-Sampang.

Maka pada hari ini Kamis (09/08/2018) sekitar jam jam 06.50 Wib, Kepala Dinas Pendidikan Sampang (H.M Jupri Riyadi, S.Pd, MM) beserta sopir pribadinya langsung Turba atau turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan melihat lokasi yaitu di SD Negeri Kodak 1.

Disela-sela melakukan peninjauan ke SD Negeri Kodak 1 tersebut, pihak Media Warta Hukum Sampang sempat mewawancarainya, dan Kepala Dinas Pendidikan Sampang menyatakan, “Setelah membaca pemberitaan dari salah satu Media Online, sehingga saya ingin langsung melihat keadaan sebenarnya, memang waktu ditinjau dari segi kelas saya Kira keadaannya masih baik serta sudah cukup memadai, dikarenakan mengingat dan juga melihat dari jumlah muridnya di bawah Standard Proses Mengajar (SPM).

Dari segi aturan yang telah ditetapkan berdasarkan SPM yaitu jumlah murid perkelas itu minimal 20 dan maksimal 28 siswa, sementara untuk SD Negeri Kodak 1 sendiri, jumlah keseluruhan mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 76 siswa, jadi kalau di rata-rata perkelas berisi sekitar 12 – 13 murid, sehingga kalau dilihat dari segi kelas dan muridnya saya kira cukup, untuk mengantisipasi hal tersebut memang harus diberi pembatas ruangan atau skate”, Ungkap Beliau.

Kemudian H.M Jupri Riyadi,S.Pd, MM menambahkan, “Sedangkan masalah pengajuan untuk pembangunan Perpustakaan saya sendiri lebih setuju, Insya Allah dan saya usahakan realisasinya tahun depan (2019)karena sekolahan ini memang membutuhkan ruangan Perpustakaan, tetapi saya minta ke kepala sekolah serta para guru apabila ruang Perpustakaan tersebut digunakan sebagaima mestinya dan jangan sampai dialihfungsikan sebagai kantor atau ruang guru, karena kebanyakan disekolah-sekolah perpustakaan dijadikan sebagai ruang guru, aturannya itukan tidak diperbolehkan.

Dan yang terakhir masalah pemagaran sekolah itu merupakan bukan prioritas utama, pemberian pagar tersebut bisa Swadaya atau gotong royong dengan pihak guru sekolah tersebut dengan Wali murid”, Ujar H.M Jupri Riyadi, S.Pd,MM. Sesudah meninjau dan melihat kondisi SD Negeri Kodak 1, kemudian sekitar jam 07. 45 wib Beliau meninggalkan sekolahan tersebut dengan diantar oleh para guru. # (Is-one)#