Miris, Ruang Kelas Belajar Mengajar Siswa SD Negeri Kodak 1 Dijadikan Satu

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Presiden Republik Indonesia memprioritaskan dunia Pendidikan, khususnya Kabupaten Sampang, Drs EC Jonathan Judianto, SH selaku Bapak Bupati Sampang memperhatikan betul-betul pendidikan, karena menurut Beliau pendidikan akar atau dasar Sumber Daya Manusia yang paling penting.

Dan pada hari Rabu (08/08/2018), salah satu jurnalis dari Media Warta Hukum Sampang melihat ada salah satu sekolah di kecamatan Torjun yaitu Sarana dan Prasarananya dikatakan kurang atau dibawah standard, sekolah tersebut adalah SD Negeri Kodak 1 yang beralamat di Desa Kodak Kecamatan Torjun-Sampang. Salah satu contoh misalkan dalam satu ruangan ada 2 kelas dan tidak ada Ruang Perpustakaan serta Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan masih banyak lagi kekurangannya.

Menurut Kepala Sekolah SD Negeri Kodak 1 (Hafid, S.Pd)mengatakan,”Pertama-pertama kami mohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Sampang untuk lebih memeperhatikan sekolah kami yaitu SD Negeri Kodak 1 Desa Kodak-Torjun, karena untuk ruang kelas sendiri dalam satu kelas dijadikan dua kelas misalkan kelas 5 dengan kelas 6 dan kelas 4 dengan kelas 2″, Ungkap Beliau.

Selanjutnya Hafid, S.Pd menambahkan, “Sedangkan untuk ruang Perpustakaan sendiri kita pernah mengajukannya sejak tahun 2016 tetapi sampai saat ini masih belum ada kabar beritanya yaitu kapan realisasinya.

Saya selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kodak 1, berharap sekali yaitu minta tolong agar lebih diperhatikan lagi, dikarenakan kami sangat membutuhkan Ruang Kelas, Perpustakaan, Ruang UKS serta pagar sekolah. Sedangkan khusus Perpustakaan sendiri, kami tidak mempunyai tempat untuk menaruh Buku Perpustakaan dan susah mau ditaruh dimana, sehingga buku-buku tersebut menumpuk cukup banyak serta berantakan”, Ujar Hafid, S.Pd.

“Untuk murid di SD Kodak 1 sendiri, jumlah siswanya lebih dari 70 siswa dan apabila faktor sarana dan prasarana kurang bisa terpenuhi serta kurang memadai, maka tahun demi tahun di tahun ajaran baru bisa akan semakin mengurangi jumlah siswanya”, Kata salah satu warga setempat.
#(Is-one)#