DR. ALI MAHSUN : HENTIKAN KENDURIAN BANTUAN SOSIAL

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bogor : Lagi, Dr. Ali Mahsun, Ketua Umum DPP APKLI menyampaikan sikap kritisnya, kali ini ia menyoroti tentang Bantuan Sosial ( BANSOS ) yang di duga banyak diselewengkan dan dijadikan bancakaan. Kritik pedas itu ia kemukakan di sela-sela roadshow safari rakyat kecil Indonesia di Bogor dan Suka Bumi, 8-9 Agustus 2018.

Menurutnya, adalah kejahatan yang sangat sadis tatkala rakyat miskin, rakyat yang nganggur dan rakyat yang berpendidikan rendah menjadi alat dan tunggangan kendurian atau korupsi bansos secara berjamaah dimana-mana. Rakyat Indonesia butuh kail pemberdayaan bukan bansos untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan yang mereka alami. Oleh karena itu, paradigma negatif pembangunan harus segera ditanggalkan. Indonesia kedepan harus dibangun dengan paradigma positif Pembukaan UUD 1945.

Selain itu, Alumni Fakultas Kedokteran UNIBRAW dan Fakultas Kedokteran UI itu menambahkan, ruh dan baseline pembangunan berlandaskan Pembukaan UUD 1945 tidak pernah dilaksanakan secara utuh dan konsekuen. Yakni sebuah paradigma positif membangun Indonesia, melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sejak era Presiden Soekarno hingga Joko Widodo selalu jadikan kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan sebagai titik tolak pembangunan ( Paradigma negatif ) yang selalu berujung pada kendurian bantuan sosial dimana-mana. Rakyat miskin, rakyat ngangur dan rakyat terbelakang hanya jadi tunggangan korupsi bansos. Kondisi ini harus segera dihentikan secepat-cepatnya. Apapun resiko, apapun yang terjadi bahkan nyawapun harus dipertaruhkan perjuangan rakyat kecil Indonesia yang selama ini selalu terpinggirkan, tertindas bahkan terjajah di negerinya sendiri, segera bangkit dan mendapatkan hak-hak konstitusional yang terampas secara struktural, yang direnggut bangsa asing dan para pecundang anak bangsa sendiri. Rawe-rawe rantas malang-malang tuntas”, pungkasnya. (Yit)