Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri Mantaja Kecamatan Sodonghilir, Tidak Transparan Dan Diduga Tidak Sesuai Ketentuan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tasikmalaya : Dalam rangka meningkatkan dunia Pendidikan, Pemerintah menurunkan bantuan melalui berbagai program dengan menggelontorkan dana untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana demi tercapainya keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar siswa didik yang ada di setiap daerah, namun sangat disayangkan hingga sampai saat ini masih banyak para oknum yang tidak bertanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh pemerintah melalui dinas pendidikan, Seperti halnya yang terjadi di SD Negeri Mantaja kecamatan Sodong Hilir Kabupaten Tasikmalaya, yang mana mendapatkan bantuan pemerintah untuk rehabilitasi gedung ruang kelas namun diduga direalisasikan tidak sesuai juklak juknis yang sudah ditetapkan.

Pantauan tim investasi Warta Hukum dilapangan didapati beberapa hal yang diduga tidak ada keterbukaan publik di lokasi Rehabilitasi gedung sekolah tersebut, diantaranya gambar pelaksanaan Rehabilitasi ruang kelas yang tidak komplit, dan hanya terpampang beberapa lembar saja, adapun gambar yang terpampang hanya gambar rencana plafon, Type Kusen, denah tampak, dan gambar tampak samping/tampak potongan, namun diluar gambar pelaksanaan tersebut ada pengerjaan penambahan pemasangan bata dan pengecoran tiang tiang yang disambung dengan menggunakan pembesian yang tidak sesuai, serta pengecoran tiang tersebut tidak dicor ulang dari bawah dan hanya menyambung keatas sekitar 50 cm, kalo dikaji secara kajian teknik tentunya coran tiang tersebut tidak akan kuat karena coran tiang lama menggunakan besi kecil dan coran baru menggunakan besi yang lebih besar, disamping itu kalo di gambar pelaksanaan nya tidak ada gambar pembesian/pengecoran dan penambahan pasangan bata tentunya seharusnya tidak ada pengerjaan , begitupun sebaliknya kalo ada pengerjaan Tentunya harus ada gambar pengerjaan nya karena adanya pengerjaan Tentunya mengacu kepada gambar pelaksanaan, karena secara kajian teknik apabila melebihi kuantitas tentunya mengurangi kwalitas dari rencana anggaran yang sudah ditentukan.

Saat ditemui Warta Hukum, Komar Setiawan S.Pd Selaku kepala sekolah menerangkan bahwa proyek rehabilitasi sekolah yang sedang dilaksanakan di SD Negeri Mantaja adalah program bantuan pemerintah yang sumber dananya dari dana APBN tahun anggaran 2018 dengan jumlah anggaran senilai Rp. 211,194,000 dan pelaksanaan nya secara swakelola yang dilaksanakan dan dikelola oleh panitia rehabilitasi sekolah, adapun anggaran tersebut dialokasikan untuk rehab berat sebanyak tiga Lokal, dengan rincian pekerjaan, “ganti kayu kusen, ganti rangka atap menggunakan baja ringan, daun pintu, atap plafon, dan lainnya, termasuk penambahan pasangan bata keatas dengan tinggi sekitar 60 cm serta pembesian tiang cor bangunan agar lebih kuat, “jelasnya.

Masih menurut Komar Terkait pelaksanaan Rehabilitasi sekolah ini saya kerjakan dengan sangat maksimal dan mengacu kepada RAB serta sesuai dengan gambar pelaksanaan, agar supaya hasilnya lebih baik, adapun dengan gambar pelaksanaan rehab saya hanya terima segitu gitunya sesuai yang saya Pampang, kalo gambar yang menyangkut pembesian dan pengecoran mah saya tidak menerima, mungkin sisa gambar nya ada di konsultan, adapun penambahan pemasangan bata dan penyambungan tiang cor saya hanya mengikuti arahan dan perintah konsultan, saya juga gak begitu mengerti karena memang tidak ada gambar nya, cuman kata konsultan katanya kalo bangunan nya tidak ditambah tentunya terlihat pendek dan tidak rata dengan bangunan yang sebelahnya, begitu juga tiang cor suruh disambung saja, karena ini juga masih kuat katanya. “Jadi saya hanya ngikutin apa kata konsultan, adapun masalah gambar yang tidak lengkap nanti akan saya tanya kepada konsultan, “Terangnya. (Chefy)