Kontroversi Sistem Rekomendasi Distributor Paving Dari Dinas, Kadis PU BMCKPR Banyuwangi Angkat Bicara

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banyuwangi : Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Cipta Karya dan Penataan Ruang (BMCKPR) Banyuwangi, Mujiono, angkat bicara terkait adanya sistem rekomendari pihak dinas dalam menetapkan tempat-tempat pembelian paving, serta terkait adanya temuan dilapangan adanya dugaan proyek pavingisasi yang tidak sesuai spesifikasi.

Menurutnya, Semua Distributor paving boleh mengajukan ke dinas dengan catatan sebelum bisa menjadi distributor, harus ada uji laboratorium (lab) bersama yang disesuaikan dengan ketentuan yang ada. “Jika hasil lab nya masuk ya akan diberi rekomendasi, dan sebaliknya. Hal ini sebagai dasar rekomendasi”, ungkapnya melalui aplikasi whatshapnya, jumat (3/8/2018).

Walaupun sudah direkomendasi pihak dinas, lanjutnya, dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan juga di lakukan uji Lab. “Dilakukan uji lagi setelah dipasang, supaya konsisten antara rekom dan yang dipasang di lapangan. Semua ini dilakukan semata-mata agar kegiatan pavingisasi lebih baik untuk semuanya”, terangnya.

Kemudian, saat ditanya sangsi yang akan diberikan, baik terhadap distributor maupun terhadap pelaksana yang nakal, dia mengatakan bila pihak dinas melakukan pembinaan dahulu dengan disuruh mengganti sesuai spesifikasi yang ada. Dan bila masih demikian, maka akan diberikan sanki untuk pencabutan rekomendasi kelayakan sebagai Distributor.

“Distributor dan rekanan yang mengerjakan semuanya partner kerja PU, sehingga perlu bersama-sama untuk lebih baik dalam pelaksanaan di lapapangan. Mangkanya setiap tahun ada uji lab bersama sebagai dasar rekomendasi”, imbuhnya.

Diketahui, dalam berita sebelumnya disebutkan bila permasalah pekerjaan pavingisasi berawal dari adanya
beberapa rekanan (CV) yang merasa dibodohi dan dirugikan dengan adanya keterlambatan pencairan anggaran pada proyek yang telah rampung dikerjakan. Keterlambatan pencairan dikarenakan adanya temuan ketidak sesuaian spesifikasi diamana proyek-proyek tersebut seharusnya menggunakan K300 tetapi setelah pihak dinas melakukan uji laboratorium hasil tesnya didapat kurang dari K300. Proyek tersebut dibawah SatKer Dinas PU BMCKPR Banyuwangi.

Padahal, pihak rekanan pun diawal pengerjaan sudah melampirkan surat dukungan yang didapat dari pihak Pabrik penyedia Paving sesuai rekomdasi dinas. Untuk mendapatkan surat dukungan tersebut, pihak rekanan memberikan RAB kepada Pabrik penyedia paving guna mengetahui spesifikasi paving yang digunakan dan berapa banyak volume paving yang dibutuhkan.

Salah satu LSM di Banyuwangi juga mengkritik terkait sistem yang dibuat dinas dengan merekomendasi perusahaan distributor paving. Karena hal tersebut, manjadi terkesan adanya dugaan kong kalikong antara pihak dinas dan pihak distributor penyedia paving. Sembilan Perusahaan yang direkomendasi oleh dinas tersebut adalah Kings Paving, Sumberyala, Pavindo, Prima, Beton Mas, Duta Beton, Tirto Mas, Garuda, Panen Raya. (Guf)